BERIKABARNEWS l BOYOLALI – Prestasi membanggakan datang dari seorang siswa sekolah dasar asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ibrahim Al Abrar atau Ibra (11), siswa kelas VI SD Negeri 3 Genengsari, menerima Letter of Recognition (LoR) dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu domain publik milik lembaga tersebut.
Surat apresiasi itu diterima Ibra pada 9 Juli 2026 sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem milik NASA. Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang teknologi.
Lahir pada 25 Juli 2014, Ibra tinggal di Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Ketertarikannya pada dunia pemrograman dan keamanan siber bermula dari hobi bermain gim.
Meski ayahnya, Aminuddin Salas, merupakan guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Ibra memilih mengembangkan kemampuannya secara mandiri. Ia mempelajari berbagai materi melalui video YouTube, forum komunitas daring, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memahami konsep pemrograman dan keamanan siber.
Baca Juga : Indonesia Bidik Generasi Muda Jadi Inovator AI, Siapkan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Pada awal belajar, Ibra hanya menggunakan telepon genggam. Melihat keseriusannya, sang ayah kemudian membelikan komputer bekas seharga sekitar Rp2 juta sebelum akhirnya Ibra memiliki laptop untuk menunjang aktivitas belajar dan praktik coding.
Pada April 2026, Ibra menemukan kerentanan keamanan berjenis broken link hijacking pada salah satu domain publik NASA. Celah tersebut memungkinkan pihak lain mengambil alih tautan eksternal yang sudah tidak aktif dan berpotensi dimanfaatkan untuk aksi phishing maupun penyebaran konten berbahaya yang mengatasnamakan NASA.
Temuan itu kemudian ia laporkan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA yang dikelola melalui platform Bugcrowd.
Baca Juga : China Berhasil Mendaratkan Roket Reusable Pertama untuk Dukung Misi ke Bulan
Perjuangan Ibra tidak berjalan mulus. Dua laporan awal yang dikirimkannya ditolak karena dinilai sebagai laporan duplikat.
Tidak menyerah, Ibra kembali melakukan analisis lebih mendalam dan mengirimkan laporan ketiga. Kali ini, temuannya dinyatakan valid setelah diverifikasi oleh tim keamanan siber NASA.
Setelah proses validasi dan perbaikan sistem yang berlangsung hampir dua bulan, NASA mengirimkan Letter of Recognition sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Ibra dalam meningkatkan keamanan sistem mereka.
Melalui akun media sosial @ibracoding, Ibra mengaku pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber. Ia bercita-cita menjadi profesional cybersecurity yang mampu berkontribusi di tingkat internasional.*
