BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperkuat pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang hijau, sehat, dan nyaman dihuni. Penguatan tersebut dilakukan dengan melibatkan kawasan sekolah dan kelurahan agar budaya penghijauan semakin meluas di tengah masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan dalam Sosialisasi Pengelolaan RTH Privat Berbasis Kawasan Sekolah dan Kelurahan melalui Klinik Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Pontianak Tahun 2026 yang digelar di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (28/7/2026).
Staf Ahli Wali Kota Pontianak Bidang Keuangan dan Pembangunan, Muchammad Yamin, mengatakan ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menunjang kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, Pemkot Pontianak terus mendorong pengembangan RTH privat mulai dari lingkungan rumah, sekolah hingga kelurahan.
“Ruang terbuka hijau sangat penting karena memberikan banyak manfaat, mulai dari menghasilkan oksigen, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, hingga menjadikan kota lebih indah dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.

Baca Juga : 58 Atlet Taekwondo Pontianak Siap Harumkan Nama Indonesia di Kejuaraan Internasional Malaysia
Yamin menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 14 Tahun 2022, setiap kawasan perkotaan wajib memiliki ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari luas wilayah, terdiri atas 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH privat.
Menurutnya, Kota Pontianak telah melampaui target tersebut. Hingga 2025, luas ruang terbuka hijau di Kota Pontianak mencapai sekitar 31,35 persen. Meski demikian, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan RTH agar manfaat ekologis dan sosialnya semakin dirasakan masyarakat.
Selain melibatkan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan kelurahan, gerakan penghijauan juga diharapkan dapat diperluas hingga jenjang SMA, perguruan tinggi, serta berbagai komunitas dan elemen masyarakat.
“Kami berharap program ini terus digalakkan sehingga seluruh masyarakat dapat berpartisipasi. Dengan begitu, Kota Pontianak benar-benar menjadi rumah bersama yang sehat, hijau, dan layak untuk ditinggali,” katanya.
Baca Juga : Satu Lahan Disegel, Pemkot Pontianak Perkuat Penindakan Karhutla
Yamin juga mengajak masyarakat membiasakan menanam pohon sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang.
Ia mencontohkan pohon-pohon yang ditanam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak puluhan tahun lalu kini telah tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Kalau kita mulai menanam dari sekarang, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi berikutnya. Karena itu, mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar untuk menjaga serta menambah ruang terbuka hijau di Kota Pontianak,” tutupnya.*
