BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan tiga strategi utama untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan warga, serta menyusutkan kantong-kantong kemiskinan di wilayah perkotaan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan, ketiga strategi tersebut harus dijalankan secara terpadu oleh seluruh perangkat daerah. Menurutnya, penanggulangan kemiskinan bukan hanya menjadi tugas Dinas Sosial maupun Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), tetapi tanggung jawab seluruh organisasi perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas Dinas Sosial ataupun TKPKD semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah,” ujar Bahasan dalam Rapat Koordinasi TKPKD Kota Pontianak di Aula Rohana Muthalib Bapperida Pontianak, Kamis (6/8/2026).
Strategi pertama difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin melalui peningkatan akses layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat program perlindungan sosial.
Bahasan meminta seluruh perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi agar tidak ada warga miskin yang tertinggal dari pelayanan pemerintah.
Baca Juga : Layanan Samsat GOKATAN Diperpanjang Jadi Tiga Hari
Strategi kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurut Bahasan, tujuan penanggulangan kemiskinan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif.
“Peningkatan pendapatan menjadi sangat penting karena tujuan akhir penanggulangan kemiskinan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif,” katanya.

Program peningkatan pendapatan akan dilakukan melalui pelatihan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi daerah, serta pengembangan produktivitas ekonomi lokal. Ia menekankan agar pelatihan kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha sehingga peserta memiliki peluang kerja maupun membuka usaha setelah mengikuti pelatihan.
Strategi ketiga adalah menyusutkan kantong-kantong kemiskinan melalui peningkatan kualitas perumahan dan permukiman, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), peningkatan layanan dasar kawasan, serta penataan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
Bahasan juga meminta camat dan lurah memperkuat pendataan rumah tidak layak huni dan kondisi sanitasi warga agar program bantuan tepat sasaran.
“Saya lihat masih banyak rumah yang semestinya mendapat bantuan rumah tidak layak huni. Tolong lurah, yang punya wilayah dan tahu detail kondisi rumah tidak layak huni termasuk WC yang tidak layak, benar-benar didata,” tegasnya.
Baca Juga : Ario Sabrang Kembali Pimpin Rumpon, Perkuat Kolaborasi Komunitas
Selain itu, ia mengingatkan seluruh perangkat daerah menggunakan data yang sama dalam menyusun program agar tidak terjadi perbedaan sasaran maupun tumpang tindih kegiatan. Kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Forum CSR, dan Baznas juga diharapkan semakin diperkuat.
Bahasan menambahkan, monitoring dan evaluasi perlu dilakukan secara berkala agar setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap kebijakan yang kita rumuskan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ini ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang semakin maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, dan humanis,” pungkasnya.*
