BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk aktif mendonorkan darah secara rutin. Menurutnya, keterlibatan ASN penting dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di Kalimantan Barat sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
Ajakan tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan donor darah ASN dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Kamis (6/8/2026). Dalam kegiatan itu, Krisantus didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, dr. Harisson.
Kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pontianak itu digelar untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan semangat kemanusiaan di kalangan ASN.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Bekali 27 CPNS IPDN, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Krisantus mengungkapkan, kebutuhan darah di Kota Pontianak dan sekitarnya mencapai 125 hingga 150 kantong per hari untuk melayani 22 fasilitas kesehatan.
Karena itu, ia berharap semakin banyak ASN yang ikut berpartisipasi agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi.
Menurut Krisantus, ASN memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai teladan dalam kegiatan sosial. Salah satunya melalui aksi donor darah yang dapat membantu menyelamatkan nyawa.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Resmikan Open API Bank Kalbar, Percepat Digitalisasi Pajak Daerah
“Ini adalah tujuan kemanusiaan yang sangat mulia. Saya terus mendukung dan memberi semangat kepada seluruh ASN Provinsi Kalbar yang sehat agar ikut mendonorkan darahnya. Mari kita lakukan gerakan kemanusiaan ini untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan,” ujar Krisantus.
Ia menegaskan, donor darah sebaiknya tidak hanya dilakukan pada momen tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin oleh ASN yang memenuhi syarat kesehatan. Dengan demikian, ketersediaan stok darah di Kalimantan Barat dapat terus terjaga dan kebutuhan pasien di berbagai fasilitas kesehatan dapat terpenuhi.*
