Karhutla Kalbar Capai 28.680 Hektare, Gubernur Ria Norsan Perkuat Kesiapsiagaan

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla secara virtual.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Luas lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah mencapai 28.680,47 hektare. Kondisi tersebut mendorong Gubernur Kalbar Ria Norsan memperkuat kesiapsiagaan dan meminta seluruh pihak meningkatkan upaya pencegahan.

Ria Norsan menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap setiap titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Eskalasi Karhutla secara virtual dari Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Senin (10/8/2026).

Rakor tersebut dipimpin Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dan diikuti sejumlah instansi terkait.

Ancaman karhutla semakin menjadi perhatian karena berdasarkan rilis BMKG, puncak fenomena El Nino 2026 diprediksi terjadi pada Agustus dengan intensitas kuat.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Sampaikan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Pendapatan Kalbar Naik Rp5,76 Triliun

Menghadapi kondisi kemarau, Pemprov Kalbar memperketat pemantauan di kawasan gambut yang rawan terbakar. Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kubu Raya, Ketapang, dan Mempawah.

Penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman di darat serta operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ria Norsan meminta pemerintah daerah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat sinergi untuk mencegah munculnya titik api baru.

Menurutnya, langkah pencegahan dan penanganan cepat harus menjadi prioritas karena kondisi kemarau dapat membuat api mudah meluas.

Baca Juga : Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Pontianak Beralih ke Pembelajaran Daring

Selain memperkuat penanganan karhutla, Ria Norsan mengingatkan masyarakat agar mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalbar Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.

Masyarakat yang akan melakukan aktivitas perladangan diminta melapor kepada kepala desa. Peladang juga harus membuat sekat parit dan memastikan api benar-benar padam setelah pembakaran.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah agar api tidak muncul dan kalau ada titik api segera ditangani. Kita tidak boleh lengah, karena kondisi kemarau seperti sekarang sangat mudah menyebabkan api meluas,” tegas Ria Norsan.*

Sepekan Festival Museum 2026 Buka 4 Lomba, Hadiah Puluhan Juta

BERIKABARNEWS l PONTIANAK — UPT Museum Provinsi Kalimantan...

Poster Sepekan Festival Museum 2026 Kalimantan Barat. (Foto: instagram.com/museum_kalbar)

Milangkala ke-67, Paguyuban Sunda S4 Kalbar Perkuat Silaturahmi dan Bantu Korban Karhutla

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Paguyuban Sunda S4 (Simpay...

Paguyuban Sunda S4 Kalbar memperingati 67 tahun perjalanan dengan menjaga budaya Sunda, memperkuat silaturahmi, serta membangun persaudaraan lintas etnis.

Pemprov Kalbar Raih Penghargaan TPID Provinsi Terbaik 2026

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Pemprov Kalbar menerima penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026 di Jakarta.

Wagub Krisantus Tegaskan Langkah Konkret Atasi Karhutla dan Air Payau

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan memimpin rapat koordinasi mitigasi karhutla.

Wagub Krisantus Dorong Peran Strategis KADIN Kalbar Gerakkan Ekonomi Daerah

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan...

Wagub Krisantus Kurniawan menghadiri Rapimprov KADIN Kalbar 2026 di Kubu Raya.

Wagub Krisantus Dorong Koperasi Merah Putih Kalbar Terintegrasi dengan Ekonomi Warga

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Rakor Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih di di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu (23/9/2026).

berita terkini