BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada memburuknya kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat mencapai 249 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Selasa (11/8/2026) pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut membuat kualitas udara Kubu Raya masuk kategori sangat tidak sehat.
Merespons kondisi itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya bersama Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya membagikan masker gratis kepada warga di Simpang Empat Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya.
Pembagian masker menyasar pengendara sepeda motor dan masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga : Api Membakar 6 Hektare Lahan Dekat Perumahan Seruat Mansion Kubu Raya
Kasat Lantas Polres Kubu Raya Iptu J. Effendhy mengatakan, pembagian masker merupakan instruksi Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang tidak sehat,” ujar Effendhy.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menambahkan, sebanyak 55 kotak masker dibagikan dalam kegiatan tersebut.
Ia memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan selama kualitas udara Kubu Raya belum membaik.
Baca Juga : Antisipasi Kekeringan Saat Karhutla, Parit Menuju Embung di Limbung Dibersihkan
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak mengabaikan risiko paparan kabut asap akibat karhutla. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya dari kabut asap.
Kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat tersebut menjadi perhatian bersama. Masyarakat diimbau tetap waspada dan membatasi paparan asap selama kualitas udara belum kembali membaik.*
