BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Pontianak dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Hujan yang turun setelah beberapa pekan cuaca panas, kekeringan, dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu disambut lega oleh masyarakat.
Guyuran hujan juga menjadi penyejuk di tengah kondisi udara Kalimantan Barat yang sebelumnya terdampak sebaran asap. Selain menurunkan suhu udara, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan asap serta menekan potensi munculnya titik panas baru.
Turunnya hujan menjadi angin segar bagi masyarakat Pontianak yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi kondisi cuaca panas dan paparan kabut asap.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjaga
Sebelum hujan mengguyur Pontianak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio telah memprakirakan adanya potensi hujan lokal di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada 3–9 September 2026.
Meski demikian, hujan diperkirakan belum turun secara merata. Angin yang bergerak dari arah Tenggara hingga Selatan masih membawa massa udara kering sehingga sebagian besar wilayah Kalbar cenderung berawan.
Sejumlah daerah tetap memiliki peluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Berdasarkan pemetaan BMKG, Kabupaten Kapuas Hulu berpotensi diguyur hujan pada 5–6 September 2026.
Kemudian pada 7–9 September 2026, potensi hujan diperkirakan meluas ke Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, Sekadau, dan Sintang.
Baca Juga : Sekda Pontianak Dorong Aparatur Kuasai E-Katalog Versi 6
Di tengah munculnya hujan alami, tim gabungan tetap melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak Agustus 2026.
Penyemaian awan sebelumnya sempat terkendala akibat minimnya ketersediaan bibit awan konvektif. Namun, pelaksanaan OMC terus dimaksimalkan seiring mulai munculnya potensi awan hujan di atmosfer Kalimantan Barat.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan peluang hujan sekaligus mendukung penanganan dampak karhutla di Kalbar.
Hujan alami yang mulai turun di Pontianak diharapkan dapat membantu mengurangi sebaran asap dan menekan potensi munculnya titik panas baru di wilayah Kalimantan Barat.*
