Pontianak Turun Hujan, Warga Sambut Lega Setelah Dikepung Asap

Ilustrasi - Hujan mengguyur Pontianak setelah beberapa pekan dilanda kabut asap akibat karhutla. (Foto: unsplash.com/@argtone)

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Pontianak dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hujan yang turun setelah beberapa pekan cuaca panas, kekeringan, dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu disambut lega oleh masyarakat.

Guyuran hujan juga menjadi penyejuk di tengah kondisi udara Kalimantan Barat yang sebelumnya terdampak sebaran asap. Selain menurunkan suhu udara, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan asap serta menekan potensi munculnya titik panas baru.

Turunnya hujan menjadi angin segar bagi masyarakat Pontianak yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi kondisi cuaca panas dan paparan kabut asap.

Baca Juga : Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjaga

Sebelum hujan mengguyur Pontianak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio telah memprakirakan adanya potensi hujan lokal di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada 3–9 September 2026.

Meski demikian, hujan diperkirakan belum turun secara merata. Angin yang bergerak dari arah Tenggara hingga Selatan masih membawa massa udara kering sehingga sebagian besar wilayah Kalbar cenderung berawan.

Sejumlah daerah tetap memiliki peluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Berdasarkan pemetaan BMKG, Kabupaten Kapuas Hulu berpotensi diguyur hujan pada 5–6 September 2026.

Kemudian pada 7–9 September 2026, potensi hujan diperkirakan meluas ke Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, Sekadau, dan Sintang.

Baca Juga : Sekda Pontianak Dorong Aparatur Kuasai E-Katalog Versi 6

Di tengah munculnya hujan alami, tim gabungan tetap melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilakukan sejak Agustus 2026.

Penyemaian awan sebelumnya sempat terkendala akibat minimnya ketersediaan bibit awan konvektif. Namun, pelaksanaan OMC terus dimaksimalkan seiring mulai munculnya potensi awan hujan di atmosfer Kalimantan Barat.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan peluang hujan sekaligus mendukung penanganan dampak karhutla di Kalbar.

Hujan alami yang mulai turun di Pontianak diharapkan dapat membantu mengurangi sebaran asap dan menekan potensi munculnya titik panas baru di wilayah Kalimantan Barat.*

Kebocoran Pipa Waduk Penepat Teratasi, Pemkot Pontianak Perkuat Distribusi Air Tawar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kendala kebocoran pipa dari...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan distribusi air tawar dari Waduk Penepat

Fari Bersyukur, Zikri Dapat Bantuan Kursi Roda Khusus dari Pemkot Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Fari Kurniasih (44) merasa...

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyerahkan bantuan kursi roda khusus kepada warga di Pontianak.

Sekda Pontianak Dorong Aparatur Kuasai E-Katalog Versi 6

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak...

Sekda Pontianak Amirullah mendorong aparatur menguasai e-katalog versi 6.

Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjaga

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau teknologi pengolahan air RO di Perumda Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9/2026).

Pontianak Jadi Lokus Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menjadi...

Sekda Pontianak Amirullah menerima rombongan peserta PKN Tingkat II di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak.

Sekda Pontianak Minta OPD Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi Lewat MCSP 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK — Sekretaris Daerah Kota Pontianak...

Sekda Kota Pontianak Amirullah saat menyampaikan pentingnya komitmen OPD dalam pelaksanaan MCSP 2026.

berita terkini