BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mendorong pejabat dan aparatur yang menangani pengadaan barang dan jasa untuk menguasai penggunaan e-katalog versi 6.
Menurut Amirullah, pengadaan pemerintah kini tidak cukup hanya dipandang sebagai proses administratif atau upaya mengejar penyerapan anggaran. Pengadaan harus mampu memastikan setiap rupiah APBD digunakan secara tepat, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Smart spending bukan hanya sekadar membelanjakan anggaran hingga habis, melainkan bagaimana setiap rupiah APBD dialokasikan secara tepat, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah,” ujar Amirullah usai sosialisasi pengadaan di Hotel Novotel, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga : Pemkot Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Rumah Sakit Tetap Terjaga
Amirullah mengatakan penggunaan e-katalog versi 6 menjadi bagian dari transformasi digital dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Pembaruan sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat proses e-purchasing, mempercepat administrasi, memperjelas transaksi, serta mendukung integrasi data belanja pemerintah.
“Ini bagian dari perkembangan dan perubahan terkait e-katalog versi 6. Saya minta betul-betul dipelajari dan dikuasai,” tegasnya.
Ia meminta peserta sosialisasi tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami dan menerapkan penggunaan e-katalog versi 6 di perangkat daerah masing-masing.
Penguasaan sistem digital tersebut dinilai penting agar proses pengadaan dan belanja pemerintah dapat berlangsung lebih tertib, efektif, dan cepat.
Baca Juga : Pontianak Jadi Lokus Visitasi PKN Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2026
Selain menekankan penguasaan e-katalog versi 6, Amirullah menyoroti pentingnya kelancaran administrasi dalam mendukung penyerapan anggaran, terutama belanja modal.
Ia menjelaskan, administrasi pengadaan yang berjalan lambat dapat menghambat pelaksanaan kegiatan pembangunan. Karena itu, aparatur yang menangani pengadaan perlu memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan dan target.
“Belanja modal ini menjadi penggerak ekonomi dari investasi pemerintah. Saya harapkan kegiatan seperti ini dapat memperlancar pengadministrasian dan penyerapan, terutama belanja modal,” pungkasnya.*
