BERIKABARNEWS l TANGERANG – Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Penutupan dilakukan setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi di sekitar area bandara.
Sebaran abu vulkanik terpantau di ruang udara dan area landas pacu Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan dihentikan sementara demi memastikan keselamatan penerbangan.
AirNav Indonesia kemudian menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3344/26 yang menggantikan NOTAM A3341/26. Dalam pemberitahuan tersebut, status Bandara Soekarno-Hatta dinyatakan aerodrome closed.
Keputusan penutupan bandara diambil setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan lapangan menggunakan metode paper test pada sekitar pukul 00.35 hingga 01.05 WIB.
Hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi positif adanya material abu vulkanik di area landas pacu dan ruang udara sekitar Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga : Gunung Anak Krakatau Erupsi, Lava Fountain Muncul dan Dentuman Terdengar
Penutupan awal ditetapkan hingga pukul 05.30 WIB. Namun, otoritas penerbangan kemudian memperpanjangnya hingga pukul 09.30 WIB untuk memastikan jalur penerbangan aman dan terbebas dari material vulkanik.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan penutupan sementara juga berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap operasional penerbangan.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi jadwal penerbangan berikutnya, rotasi pesawat, hingga menyebabkan penumpukan calon penumpang di terminal.
“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai,” tegas Lukman, Minggu (6/9/2026).
Baca Juga : Polri Tangani 167 Kasus Karhutla, 112 Orang Jadi Tersangka
Menurutnya, penyesuaian operasional dilakukan secara dinamis berdasarkan hasil pemantauan bersama BMKG, pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan maskapai.
Masyarakat dan calon penumpang yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Bandara Soekarno-Hatta diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai.
Calon penumpang juga diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dengan perkembangan status operasional bandara.*
