BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Jepang menurunkan 180 personel Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ratusan personel tersebut dijadwalkan menempati Asrama Haji Pontianak, Kalimantan Barat, selama 21 hari.
Selain personel, Jepang juga mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung operasi pemadaman dari udara. Helikopter tersebut akan digunakan untuk water bombing sekaligus membantu distribusi logistik selama misi kemanusiaan berlangsung.
Sementara itu, Lanud Supadio di Kabupaten Kubu Raya disiapkan sebagai pusat persiapan operasional udara pasukan Jepang selama menjalankan misi penanganan karhutla.
Baca Juga : 35 Pesawat Asing Bantu Pemadaman Karhutla Kalimantan
Kesiapan Asrama Haji Pontianak sebagai tempat tinggal dan transit personel Jepang sebelumnya telah ditinjau oleh tim militer Jepang bersama TNI pada Senin (31/8/2026).
Peninjauan tersebut turut didampingi perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar, Rahimin. Pemeriksaan mencakup kondisi kamar, kapasitas aula, fasilitas pendukung, hingga lingkungan asrama.
Dalam misi darurat ini, Pemerintah Jepang mengerahkan unit khusus Japan Disaster Relief Self-Defense Forces Unit untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.
Dukungan operasi udara diperkuat tiga helikopter CH-47 Chinook. Selain menjalankan water bombing, helikopter tersebut juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan logistik di lapangan.
Jepang turut mengirim kapal angkut JS Kunisaki. Kapal milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang itu membawa helikopter dan sejumlah peralatan pendukung menuju Indonesia.
Wilayah kabupaten yang menjadi sasaran utama operasi belum diumumkan secara resmi. Penempatan personel dan helikopter akan disesuaikan dengan perkembangan titik panas atau hotspot serta kondisi karhutla di lapangan.
Pola tersebut memungkinkan operasi pemadaman dilakukan secara fleksibel. Pengerahan armada dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan dukungan berdasarkan perkembangan situasi.
Baca Juga : Sarawak Gelar Pembenihan Awan Dekat Perbatasan Malaysia-Indonesia
Penempatan 180 personel JSDF menambah peran Asrama Haji Pontianak sebagai fasilitas pendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Sebelumnya, fasilitas tersebut juga telah digunakan untuk menampung personel gabungan dalam negeri yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Sebanyak 120 personel TNI AL pernah menempati Asrama Haji Pontianak selama delapan hari. Fasilitas yang sama juga pernah digunakan 300 personel TNI AD dari Mabes TNI serta 104 personel Brimob selama satu hari.
Penggunaan Asrama Haji Pontianak dalam berbagai operasi tersebut menunjukkan fasilitas ini dapat berfungsi sebagai tempat tinggal dan transit untuk mendukung misi kemanusiaan serta penanggulangan bencana, selain fungsi utamanya sebagai fasilitas pelayanan ibadah haji dan umrah.*
