BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Video aktivitas pembakaran sisa kayu di lahan perkebunan sawit milik anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, viral di media sosial. Video tersebut diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @bangcoy.
Dalam video itu terlihat aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar tumpukan sisa kayu. Unggahan tersebut kemudian mendapat sorotan dari warganet dan organisasi kemahasiswaan.
Sorotan muncul karena video pembakaran lahan tersebut beredar ketika Kalimantan Barat masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Choirussaib kemudian memberikan penjelasan mengenai video yang diunggahnya tersebut. Ia mengatakan aktivitas pembakaran berkaitan dengan persiapan penanaman sekitar 200 bibit sawit di lahannya.
Menurut Choirussaib, lahan tersebut sebelumnya sudah terbakar sejak 1 September 2026. Sementara aktivitas yang direkam dan diunggah ke media sosial berlangsung pada 17 September 2026.
Ia menyebut api dalam video digunakan untuk membakar tumpukan sisa kayu yang telah dikumpulkan dari lahan yang sebelumnya terbakar.
“Intinya, saya hanya membakar tumpukan kayu yang saya kumpulkan dari bekas-bekas kebakaran yang sebelumnya sudah terbakar. Jadi, lahan saya itu sudah terbakar semuanya,” ujar Choirussaib yang dikutip dari DetikKalimantan.
Baca Juga : Dua Titik Karhutla di Limbung Kubu Raya Dipadamkan, X-Fire Dikerahkan
Choirussaib juga membantah dirinya yang menyalakan api dalam aktivitas tersebut. Ia menyebut pembakaran dilakukan oleh temannya.
“Perlu kawan-kawan ketahui bahwa sebenarnya yang membakar itu teman saya. Saya hanya iseng bikin video, itulah kesalahan saya,” katanya.
Atas polemik yang muncul setelah video tersebut beredar, Choirussaib menyampaikan permohonan maaf.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah kepada pihak kepolisian.
Polres Mempawah selanjutnya melakukan penanganan dengan mendatangi lokasi yang berkaitan dengan aktivitas pembakaran tersebut.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto menyebut video yang beredar di media sosial menjadi salah satu petunjuk awal untuk mendalami peristiwa tersebut.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memeriksa kondisi lokasi secara langsung.
Baca Juga : Meteran Air PDAM Dicuri di 5 Lokasi, 3 Pelaku Dibekuk Polisi
Selain itu, penyidik mengumpulkan dokumentasi dan rekaman video serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas pembakaran tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta terkait aktivitas pembakaran lahan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan terhadap bukti fisik, rekaman video, dan keterangan saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa yang menjadi sorotan tersebut.
Polisi masih mendalami perkara sebelum menentukan perkembangan dan status hukum pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan.*
