BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Ekspor hasil laut dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mencapai nilai Rp16,09 miliar hingga Agustus 2026.
Kantor Bea Cukai Jagoi Babang mencatat total volume hasil perikanan yang dikirim ke Malaysia mencapai 676,96 ton. Aktivitas ekspor tersebut tetap berjalan stabil dan didukung sinergi bersama BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang.
Komoditas hasil laut yang diekspor berasal dari pelaku usaha umum serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Produk yang dikirim ke Malaysia juga beragam, mulai dari udang, kepiting, dan rajungan hingga berbagai jenis ikan.
Beberapa jenis ikan yang diekspor antara lain bawal, kakap, tenggiri, kerapu, serta berbagai jenis ikan asin. Selain itu, terdapat komoditas moluska seperti cumi-cumi, sotong, dan kerang.
Baca Juga : Kafilah MTQ Kalbar Berprestasi, Gubernur Ria Norsan Beri Apresiasi
Kepala Kantor Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan beragamnya komoditas tersebut menunjukkan potensi hasil perikanan dari kawasan perbatasan untuk menembus pasar internasional.
“Kami berupaya memberikan pelayanan dan fasilitasi yang optimal kepada pelaku usaha, termasuk UMKM, sehingga potensi produk perikanan dari wilayah perbatasan dapat memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Arman, Selasa (29/9/2026).
Menurut Arman, kelancaran prosedur pengiriman menjadi bagian dari komitmen Bea Cukai Jagoi Babang dalam menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance.
Koordinasi dengan BKHIT Satuan Pelayanan Jagoi Babang juga diperkuat untuk memastikan lalu lintas barang di perbatasan berlangsung lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga : TNI Serahkan 16,4 Kg Sabu Hasil Penindakan di Perbatasan Kalbar
Aktivitas ekspor hasil laut secara berkelanjutan dinilai memberikan peluang bagi nelayan dan pelaku usaha untuk memperluas pasar. Selain itu, kegiatan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap devisa negara dan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.
Bea Cukai Jagoi Babang berkomitmen melanjutkan koordinasi lintas instansi untuk memperkuat aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan.
Upaya tersebut diharapkan membuat kawasan perbatasan semakin berdaya saing sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.*
