Pemprov Kalbar Cari Titik Temu Hukum Adat dan Administrasi Kependudukan

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan saat menghadiri FGD Sikawan Dayak yang membahas penyelarasan hukum adat dan administrasi kependudukan masyarakat Dayak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong adanya titik temu antara hukum adat dan administrasi kependudukan untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat Dayak, khususnya perempuan dan anak. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Inovasi Sistem Perlindungan Hak Keperdataan Wanita dan Anak Dayak (Sikawan Dayak) di Aula Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang dibuka Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Emilwan Ridwan itu dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, sejumlah narasumber, serta perwakilan berbagai instansi.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan, Sikawan Dayak menjadi bagian dari upaya mempertemukan penghormatan terhadap adat dengan kepastian hukum melalui administrasi negara.

Baca Juga : Kunjungi Kalbar, Menhan Sjafrie Bahas Karhutla dan Kerja Sama Pertahanan

Menurut Krisantus, perkawinan dalam tradisi Dayak memiliki makna yang luas. Selain menyangkut hubungan pasangan, perkawinan adat juga berkaitan dengan kehormatan keluarga, sistem kekerabatan, serta keberlanjutan nilai budaya.

Karena itu, diperlukan mekanisme yang dapat menyelaraskan pelaksanaan hukum adat dengan administrasi kependudukan. Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian status hukum bagi perempuan sekaligus memastikan anak memperoleh dokumen kependudukan.

“Adat harus kita hormati sebagai kekayaan budaya, sementara administrasi kependudukan menjadi instrumen negara untuk memberikan kepastian identitas dan status hukum bagi setiap warga negara,” ujar Krisantus.

Dokumen kependudukan juga penting untuk membantu masyarakat adat memperoleh akses terhadap layanan publik dan berbagai program pemerintah.

Krisantus berharap FGD Sikawan Dayak tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan. Salah satunya terkait kedudukan perkawinan adat Dayak dalam administrasi kependudukan.

Baca Juga : JS Kunisaki Tinggalkan Indonesia, 361 Personel JDR Jepang Dapat Satyalancana

Selain itu, pembahasan diarahkan pada penguatan peran lembaga adat serta mekanisme perlindungan perempuan dan anak dalam masyarakat adat.

Pemprov Kalbar juga mendorong koordinasi antara Kejaksaan Tinggi Kalbar, pemerintah daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta lembaga adat.

Koordinasi tersebut dinilai penting agar masyarakat adat, terutama perempuan dan anak, tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh dokumen kependudukan, kepastian hukum, dan akses terhadap pelayanan pemerintah.

“Sinergi ini penting agar masyarakat adat, khususnya perempuan dan anak, tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh kepastian administrasi dan perlindungan hukum. Kita harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.*

Kunjungi Kalbar, Menhan Sjafrie Bahas Karhutla dan Kerja Sama Pertahanan

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Menteri Pertahanan RI...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyambut kedatangan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

JS Kunisaki Tinggalkan Indonesia, 361 Personel JDR Jepang Dapat Satyalancana

BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Kapal perang Jepang JS...

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat menyerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada personel JDR Jepang atas misi penanganan karhutla di Kalimantan Barat. (Foto: x.com/ModJapan_en)

Ekspor Hasil Laut Jagoi Babang ke Malaysia Capai Rp16,09 Miliar

BERIKABARNEWS l BENGKAYANG – Ekspor hasil laut dari...

Hasil laut seperti udang, kepiting, ikan, cumi-cumi, dan kerang yang diekspor dari Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, ke Malaysia. (Foto: Bea Cukai)

Kafilah MTQ Kalbar Berprestasi, Gubernur Ria Norsan Beri Apresiasi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kafilah MTQ Nasional XXXI...

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyerahkan tali asih kepada Kafilah MTQ Kalbar yang berprestasi di tingkat nasional.

Wagub Krisantus Tekankan Pengawasan Pemda Harus Jadi Peringatan Dini

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka Rakorwasda 2026 di Hotel Aston Pontianak.

TNI Serahkan 16,4 Kg Sabu Hasil Penindakan di Perbatasan Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK — Komando Resort Militer (Korem)...

Barang bukti sabu seberat 16,4 kilogram yang diserahkan Korem 121/Alambhana Wanawwai kepada BNNP Kalimantan Barat di Pontianak. (Foto: facebook.com/TNIAngkatanDarat)

berita terkini