BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Kapal perang Jepang JS Kunisaki meninggalkan Indonesia setelah misi bantuan kemanusiaan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat selesai.
Kapal tersebut membawa kembali personel Japan Self-Defense Forces (JSDF) beserta peralatan utama yang digunakan selama operasi. Sebelum kembali ke Jepang, sebanyak 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) mendapat tanda kehormatan Satyalancana Dharma Samudera dari Pemerintah Indonesia.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan penghargaan tersebut atas nama negara dalam upacara yang berlangsung di atas JS Kunisaki, Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9), serta dihadiri Dubes Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi dan delegasi kedua negara.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi personel JDR Jepang dalam membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Baca Juga : Ekspor Hasil Laut Jagoi Babang ke Malaysia Capai Rp16,09 Miliar
Misi bantuan kemanusiaan yang melibatkan Kementerian Pertahanan Jepang dan JSDF berlangsung sekitar dua hingga tiga pekan. Operasi tersebut secara resmi berakhir pada Selasa (29/9/2026).
Selama menjalankan misi, Jepang mengerahkan berbagai armada dan perlengkapan untuk mendukung pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.
Tiga unit helikopter CH-47 Chinook yang telah dimodifikasi untuk operasi pemadaman udara atau water bombing dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran.
Jepang juga mengoperasikan dua unit kendaraan hovercraft untuk mendukung mobilitas melalui jalur perairan.
Sementara itu, JS Kunisaki berfungsi sebagai markas operasional sekaligus kapal pengangkut peralatan dan lebih dari 300 personel JSDF.
Setelah misi penanganan karhutla selesai, Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan kepada 361 personel JDR yang terlibat dalam operasi tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 92 prajurit hadir langsung dalam upacara penganugerahan Satyalancana Dharma Samudera di atas JS Kunisaki.
Penyematan penghargaan secara simbolis dilakukan Sjafrie kepada tiga perwakilan pimpinan tim JDR, yakni Col. Nakahara Shunji, Col. Noma Toshihide, dan Lt. Col. Wakatsuki Shinichi.
Baca Juga : Wagub Krisantus Tekankan Pengawasan Pemda Harus Jadi Peringatan Dini
Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie kembali menaiki JS Kunisaki untuk kedua kalinya. Ia menyampaikan apresiasi pemerintah dan masyarakat Indonesia atas bantuan personel Jepang dalam menangani karhutla, termasuk di wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Barat.
Setelah seluruh rangkaian operasi selesai, Kementerian Pertahanan Jepang memantau proses penarikan personel JSDF dan peralatan yang digunakan selama misi.
Seluruh personel dan perlengkapan tersebut kemudian diberangkatkan kembali menuju Jepang menggunakan JS Kunisaki pada Selasa (29/9/2026).
Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam misi bantuan kemanusiaan internasional sebagai bagian dari komunitas global.*
