BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 78 tim mengikuti Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II 2026 yang digelar di GOR Perbasi Pontianak. Para peserta akan bersaing dalam sejumlah kelompok usia dan kategori, mulai dari usia 40 tahun, senior putra, hingga tingkat SMP dan SMA putra maupun putri.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap kejuaraan basket tersebut dapat berkembang menjadi agenda rutin. Selain menjadi wadah pembinaan atlet, turnamen ini diharapkan ikut memperkuat posisi Pontianak sebagai kota olahraga dan sport tourism.
“Sudah tepat satu tahun sejak penyelenggaraan sebelumnya. Saya berharap kejuaraan ini menjadi ajang tetap untuk melahirkan atlet-atlet basket yang nantinya bisa berprestasi, tidak hanya di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga nasional,” ujar Edi saat membuka Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II di GOR Perbasi Pontianak, Minggu (4/10/2026) malam.
Baca Juga : Asap Mereda, CFD Pontianak Kembali Jadi Pilihan Warga
Edi menekankan pentingnya menjunjung sportivitas selama pertandingan. Menurutnya, kompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pembentukan mental atlet sejak usia dini.
Ia menilai penyelenggaraan event olahraga juga memberikan dampak lebih luas bagi kota. Turnamen seperti Wali Kota Cup dapat ikut menggerakkan sektor ekonomi, pariwisata, kesehatan, serta menciptakan ruang interaksi dan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Kita ingin menjadikan Pontianak sebagai kota olahraga, sport city, sekaligus mendorong sport tourism. Karena kegiatan olahraga seperti ini bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Edi, Pemkot Pontianak terus membangun dan memperbaiki fasilitas olahraga agar dapat digunakan untuk pembinaan atlet sekaligus mendukung penyelenggaraan berbagai event.
Ia juga berharap kejuaraan basket kembali meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Kehadiran penggemar hingga mantan pemain diharapkan dapat ikut memperkuat ekosistem basket di Kota Pontianak.
“Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang bisa membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Baca Juga : Tanjung Hulu Juara Bahasan Cup II, Kalahkan Saigon Lewat Adu Penalti
Ketua panitia kejuaraan, Yandi, mengatakan penyelenggaraan Wali Kota Cup II tahun ini dibuat lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya.
Panitia tidak menghadirkan pemain dari luar negeri maupun atlet internasional. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap yang sempat terjadi di Pontianak.
Meski digelar dengan konsep yang lebih sederhana, Yandi menegaskan Wali Kota Cup II tetap memiliki tujuan penting sebagai ruang kompetisi sekaligus mempererat persatuan para pencinta olahraga basket.
“Kita ingin acara ini menjadi acara persatuan bagi semua pencinta olahraga basket, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.
Yandi menilai bola basket memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Pontianak, baik untuk mencapai level nasional maupun internasional.
Menurutnya, kompetisi yang berlangsung secara rutin dan kompetitif dapat menjadi bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan. Para pemain muda juga bisa mendapatkan pengalaman bertanding, belajar menghadapi tekanan, serta meningkatkan kemampuan teknis dan mental.
“Ajang seperti ini memberi pengalaman bertanding. Dari sini mereka bisa belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas permainan,” jelasnya.
Ia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pontianak, sponsor, Perbasi, KONI, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Wali Kota Cup II.
Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar pembinaan olahraga tidak hanya bergantung pada pemerintah dan organisasi olahraga, tetapi juga melibatkan dunia usaha serta masyarakat.*
