BERIKABARNEWS l SINGAPURA – Pemerintah Singapura menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas. Tawaran ini disampaikan di tengah memburuknya kualitas udara di Singapura.
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, mengatakan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat, untuk membahas penanganan karhutla.
“Kami mengetahui berbagai upaya sedang dilakukan. Kami siap memberikan bantuan jika diperlukan,” kata Grace Fu di Our Tampines Hub, Singapura, Sabtu (10/10/2026), sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Baca Juga : Iran Ajukan 7 Syarat kepada AS, Selat Hormuz Belum Dibuka
Pada Sabtu (10/10/2026) pukul 09.00 waktu setempat, indeks pencemaran udara atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam di lima wilayah Singapura berada pada kategori tidak sehat.
Wilayah tengah mencatat PSI tertinggi sebesar 174, disusul wilayah barat 160, timur 156, selatan 135, dan utara 124. Sehari sebelumnya, PSI di wilayah tengah sempat mencapai 192, tertinggi sepanjang musim kabut asap 2026.
Meski demikian, agenda luar ruang menjelang Formula 1 Grand Prix Singapura tetap berjalan dengan pengawasan ketat. Pemerintah juga menyiapkan masker N95, fasilitas medis, serta opsi penutupan sekolah jika PSI 24 jam melampaui 300.
Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang diperparah fenomena El Nino. Data resmi mencatat sekitar 202.000 hektare lahan terbakar pada Januari hingga Juli, sementara pemantauan satelit memperkirakan luasnya mendekati 896.000 hektare pada akhir Agustus.
Baca Juga : Iran Kembali Ancam Infrastruktur Kawasan di Tengah Krisis Selat Hormuz
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembentukan badan nasional untuk mengawasi pemulihan dan pemeliharaan lahan gambut serta hutan bakau. Pemerintah juga membekukan operasional 57 perusahaan setelah lebih dari 34.000 hektare lahan di wilayah konsesi mereka terbakar.
Dukungan internasional turut mengalir. Pada September, Jepang mengerahkan tiga helikopter Chinook untuk membantu operasi water bombing di Kalimantan Barat. Sementara itu, Malaysia menawarkan pesawat, helikopter, dan personel untuk membantu pemadaman setelah komunikasi antara Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo pada awal Oktober.
Bantuan dari negara-negara tetangga diharapkan memperkuat upaya pemadaman dan mengurangi dampak kabut asap lintas batas.*
