Iran Kembali Ancam Infrastruktur Kawasan di Tengah Krisis Selat Hormuz

Iran memperingatkan keamanan infrastruktur kawasan di tengah krisis dan pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz. (Foto: x.com/HormuzLetter)

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran kembali mengeluarkan peringatan terkait keamanan infrastruktur di kawasan Timur Tengah di tengah krisis Selat Hormuz. Teheran menyatakan fasilitas infrastruktur di kawasan tidak akan aman apabila keamanan Iran tidak mendapat jaminan dan akses ekspor minyaknya tetap terhambat.

Peringatan tersebut disampaikan saat Iran masih menunggu tanggapan resmi Amerika Serikat mengenai proposal pembukaan kembali Selat Hormuz.

Ketua Parlemen Iran sekaligus Ketua Tim Negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (29/9/2026). Ia menegaskan bahwa Iran mengaitkan keamanan kawasan dengan jaminan keamanan serta kebebasan ekspor minyak negaranya.

“Apabila kami dilarang menjual minyak di wilayah ini, maka tidak ada satu negara pun yang diperbolehkan menjual minyak. Tanpa adanya jaminan keamanan bagi Iran, seluruh fasilitas infrastruktur di kawasan ini tidak akan aman,” ujar Ghalibaf.

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan upaya diplomatik melalui Qatar untuk mencari kesepakatan mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca Juga : Ledakan di Athena Tewaskan Enam Orang, Empat Wisatawan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan komunikasi dengan Qatar dan Pakistan terus berlangsung. Qatar disebut membawa gagasan yang telah dibahas bersama Teheran untuk disampaikan kepada pihak Amerika Serikat.

Araghchi mengatakan Iran masih menunggu tanggapan akhir Washington melalui mediator. Menurutnya, pembicaraan tersebut menjadi lebih serius setelah Teheran menyampaikan proposal terbaru mengenai pembukaan Selat Hormuz.

Dalam proposal tersebut, Iran mengajukan sejumlah persyaratan sebelum membuka kembali Selat Hormuz.

Pertama, Iran meminta gencatan senjata regional selama tujuh hari di kawasan Timur Tengah, termasuk penghentian aktivitas militer Israel di Lebanon.

Kedua, Teheran meminta pencabutan sanksi ekonomi, termasuk pembebasan aset keuangan Iran yang dibekukan di luar negeri dan penghapusan sanksi terhadap sektor minyak.

Ketiga, Iran meminta penghentian blokade laut melalui penarikan armada Angkatan Laut Amerika Serikat dari kawasan pelabuhan Iran.

Araghchi sebelumnya mengatakan sejumlah langkah tersebut dapat menjadi bagian dari proses untuk membuka kembali Selat Hormuz dan kemudian melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan yang lebih luas.

Namun, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan proposal Iran tersebut tidak dapat diterima. Di sisi lain, komunikasi tidak langsung melalui mediator masih berlangsung.

Di tengah proses diplomasi, pihak Iran juga membantah bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz telah kembali normal.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan beberapa kapal yang melintas secara sembunyi-sembunyi pada malam hari dengan mematikan sistem pelacakan tidak dapat dijadikan tanda bahwa jalur tersebut telah dibuka sepenuhnya.

Dikutip dari AFP, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebi menyebut kondisi Selat Hormuz baru dapat dianggap terbuka apabila lalu lintas kapal kembali pada tingkat normal.

“Kondisi selat yang benar-benar terbuka adalah ketika sedikitnya 125 kapal melintas setiap hari membawa minimal 20 juta barel minyak seperti sedia kala. Saat ini, setiap kapal yang mencoba melintas dipastikan akan mengalami kerusakan akibat hantaman rudal maupun ranjau laut kami,” tegas Mohebi.

Baca Juga : Zelenskyy Ungkap Trump Setujui Produksi Rudal Patriot di Ukraina

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak Iran. Sementara itu, laporan terbaru menunjukkan lalu lintas energi melalui Selat Hormuz mulai mengalami peningkatan, meski situasi keamanan masih menjadi perhatian. Reuters melaporkan ekspor minyak dari produsen utama Timur Tengah pada September telah meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Sebelum konflik berlangsung, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati kawasan tersebut. Gangguan terhadap pelayaran di selat itu kemudian berdampak pada arus perdagangan dan harga energi global.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Qatar menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam upaya mediasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Melalui mediator Qatar, Iran menyampaikan proposal mengenai pembukaan Selat Hormuz dan menunggu respons Washington. Araghchi mengatakan komunikasi melalui Qatar dan Pakistan masih berlangsung untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan tersebut.

Kondisi ini membuat Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik penting dalam konflik Timur Tengah, terutama karena jalur tersebut berkaitan langsung dengan distribusi minyak dan gas dunia.*

Ledakan di Athena Tewaskan Enam Orang, Empat Wisatawan AS

BERIKABARNEWS l ATHENA – Ledakan hebat mengguncang sebuah...

Tim penyelamat mencari korban ledakan bangunan di Athena. (Foto: x.com/WW3Watchtower)

Zelenskyy Ungkap Trump Setujui Produksi Rudal Patriot di Ukraina

BERIKABARNEWS l KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy...

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap persetujuan Trump terkait produksi rudal Patriot di Ukraina. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

Iran Ancam Perluas Front Perang, Samudra Hindia Jadi Sasaran Berikutnya

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran mengancam memperluas front...

Yahya Rahim Safavi, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang mengancam perluasan konflik hingga Samudra Hindia. (Foto: x.com/REDSOCIALCODI)

Riyadh Diserang Rudal Houthi, AS Keluarkan Peringatan Eskalasi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan...

Kepulan asap terlihat setelah serangan rudal dan drone menyasar wilayah Riyadh, Arab Saudi. (Foto: x.com/theinformant_x)

Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan, 21 Tewas dan 80 Luka

BERIKABARNEWS l KOHAT – Sedikitnya 21 orang tewas...

Ledakan bom mobil di masjid dekat kompleks markas kepolisian di Distrik Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 80 lainnya. (Foto: x.com/War_crazy44)

Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang

BERIKABARNEWS l KATMANDU – Bencana banjir bandang dan...

Tim SAR mencari korban bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di perbatasan Nepal-Cina. (Foto: x.com/Scary_peeps)

berita terkini