BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan membantu meringankan beban masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah.
Setelah dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Kota, pasar murah kembali digelar di Kantor Camat Pontianak Barat, Senin (26/10/2026). Kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Kantor Camat Pontianak Utara pada Selasa (27/10/2026) dan Kantor Camat Pontianak Timur pada Rabu (28/10/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa pasar murah masih dibutuhkan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup luar biasa. Pasar murah ini memang kita hadirkan untuk membantu meringankan masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah,” ujarnya.
Baca Juga : Bahasan Ajak Komunitas Pemancing Pontianak Jaga Kebersihan Sungai
Bahasan menjelaskan, sejumlah komoditas pangan mengalami perubahan harga dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca, fenomena El Niño, kabut asap, hingga kendala distribusi menjadi faktor yang perlu diantisipasi agar tidak semakin menekan harga kebutuhan pokok.
“Beberapa komoditas mengalami kenaikan. Karena itu kita harus siaga, bagaimana menekan harga-harga bahan pokok yang ada di Kota Pontianak,” katanya.
Menurut Bahasan, pemerintah juga perlu meningkatkan kewaspadaan menjelang November, terutama terhadap potensi gangguan distribusi dan ketersediaan bahan bakar yang dapat berdampak pada biaya angkut serta harga barang.
Selain menggelar pasar murah, Pemkot Pontianak menyiapkan bantuan dari cadangan pangan untuk membantu menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat.
“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan,” jelas Bahasan.
Baca Juga : Bahasan Cup Dorong Budaya Olahraga dan Kebersamaan Warga Pontianak
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui program bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap penerima. Program ini menjangkau puluhan ribu penerima di Kota Pontianak.
“Ada juga program pemerintah pusat, bantuan beras masing-masing 10 kilogram,” katanya.
Bahasan menilai, pelaksanaan pasar murah perlu berjalan beriringan dengan bantuan pangan dan pengendalian distribusi. Langkah tersebut penting agar gejolak harga tidak terlalu membebani pengeluaran rumah tangga.
Ia menegaskan, upaya pengendalian inflasi tidak hanya berorientasi pada angka statistik, tetapi juga memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Yang kita jaga bukan hanya inflasi secara angka, tetapi bagaimana masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Bahasan berharap koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi barang.
“Kalau pasokan terjaga dan distribusi lancar, harga juga lebih mudah kita kendalikan. Ini yang akan terus kita lakukan,” pungkasnya.*
