BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengajak kader PKK meningkatkan literasi digital, menjaga keamanan keluarga di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Ajakan tersebut disampaikan Yanieta saat membuka kegiatan kolaborasi Sosialisasi Kebijakan Pemerintah Daerah (SIPEDE) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak bersama Lentera PKK di Aula Sekretariat PKK Kota Pontianak, Kamis (29/10/2026).
Yanieta mengatakan, teknologi digital kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari komunikasi, pencarian informasi, hingga aktivitas belanja dan pemasaran produk. Namun, masyarakat perlu memahami risiko yang menyertainya, seperti penyebaran hoaks, penipuan daring, penyalahgunaan data pribadi, serta perilaku tidak bijak di media sosial.
“Literasi digital tidak sebatas kemampuan menggunakan telepon pintar, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menjaga keamanan diri dan keluarga, serta bertanggung jawab saat bermedia sosial,” ujarnya.
Menurut Yanieta, kader PKK memiliki peran penting dalam menyebarkan pengetahuan tentang literasi digital kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Kader diharapkan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan secara instan.
Baca Juga : Angkutan Umum Pontianak Ditargetkan Beroperasi Mei 2027
Selain meningkatkan literasi digital, kolaborasi melalui Lentera PKK juga diarahkan untuk mendorong kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha.
Yanieta menjelaskan, pemasaran produk secara digital perlu didukung foto produk yang menarik, strategi promosi yang tepat, serta kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi secara optimal, kelompok UP2K diharapkan semakin berkembang dan mandiri.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kembali kepada keluarga maupun kelompok usaha,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Yanieta berharap kolaborasi ini memberikan manfaat nyata dalam menciptakan keluarga yang lebih aman di ruang digital sekaligus mendorong kelompok UP2K menjadi lebih maju dan mandiri.
Baca Juga : Harga Pangan Pontianak Relatif Stabil, Cabai Mulai Turun
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Pontianak, Syamsul Akbar, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam beraktivitas di dunia digital. Menurutnya, sebagian besar masyarakat kini telah memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan.
“Kita harus lebih tenang, teliti, dan aman saat menggunakannya,” ujar Akbar.
Ia menambahkan, masyarakat perlu memperhatikan sejumlah aspek keamanan digital, termasuk menjaga kerahasiaan data pribadi, menghindari penipuan daring, serta mewaspadai berbagai ancaman di internet.
Akbar mengimbau masyarakat tidak membagikan data pribadi secara sembarangan dan menggunakan kata sandi yang sulit ditebak untuk melindungi akun dari penyalahgunaan.
“Jangan membagikan data pribadi secara sembarangan, gunakan password yang tidak mudah ditebak, dan langkah lainnya untuk memproteksi diri kita dari ancaman di dunia digital,” pungkasnya.*
