49.351 Pelajar Pontianak Punya Tabungan, Sampah Jadi Saldo SimPel

Sosialisasi program Simpanan Pelajar dan bank sampah mini di SDN 15 Pontianak Selatan, Senin (2/11/2026).

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 49.351 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) telah tercatat di Kota Pontianak. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kini mendorong pengembangan program tersebut dengan mengintegrasikannya bersama bank sampah mini di sekolah.

Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar menabung sejak dini, tetapi juga memahami cara memilah sampah dan memperoleh nilai ekonomi dari barang bekas.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sosialisasi SimPel terus dilakukan untuk memperluas akses keuangan bagi pelajar. Kegiatan tersebut kembali digelar di SMP Negeri 22 dan SD Negeri 15 Pontianak dengan melibatkan sekolah, guru, serta Bank Kalbar.

“Kita juga mengajak sekolah dan para guru untuk meningkatkan akses keuangan bagi pelajar,” ujar Edi saat menghadiri Sosialisasi Simpanan Pelajar dan Bank Sampah Mini di SDN 15 Pontianak Selatan, Senin (2/11/2026).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam Sosialisasi Simpanan Pelajar dan Bank Sampah Mini di SDN 15 Pontianak Selatan, Senin (2/11/2026).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam Sosialisasi Simpanan Pelajar dan Bank Sampah Mini di SDN 15 Pontianak Selatan, Senin (2/11/2026).

Menurut Edi, kebiasaan menabung merupakan bagian dari pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dilatih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menentukan prioritas dalam menggunakan uang.

Pemkot Pontianak menargetkan jumlah pelajar yang memiliki rekening tabungan terus bertambah. Program ini diharapkan menjangkau seluruh sekolah, termasuk sekolah swasta, madrasah, dan pondok pesantren.

“Jumlahnya akan terus kita tingkatkan. Kalau bisa semuanya ikut, tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga swasta, madrasah, dan pondok-pondok pesantren,” katanya.

Upaya memperluas akses keuangan ini juga menjadi bagian dari capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak yang meraih TPAKD Award 2026 kategori TPAKD Terbaik Tingkat Kota Wilayah Kalimantan.

Baca Juga : Pejabat Pemkot Pontianak Adu Kreasi Masak Asam Pedas, Pererat Silaturahmi

Edi menjelaskan, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah menghubungkan program SimPel dengan bank sampah mini di sekolah.

Dalam penerapannya, siswa diminta membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dinilai berdasarkan jenisnya. Hasil penjualan selanjutnya dimasukkan ke rekening tabungan masing-masing siswa.

“Kita juga menggalakkan bank sampah mini di sekolah-sekolah. Anak-anak bisa membawa sampah dari rumah, kemudian ditimbang, dinilai, dan hasilnya dimasukkan ke dalam tabungan,” jelasnya.

Edi menilai program tersebut memberikan manfaat ganda. Selain membangun kebiasaan menabung, siswa juga belajar bahwa sampah yang dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi.

Ia mengingatkan pentingnya membiasakan anak menyisihkan uang secara rutin dan menggunakannya sesuai kebutuhan.

“Disiplin menabung itu sangat penting. Anak-anak juga harus cerdas menggunakan uang untuk keperluan yang memang dibutuhkan dan untuk masa depan mereka,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono menyebutkan, dari 141 sekolah peserta program Adiwiyata, sebanyak 35 sekolah telah memiliki bank sampah mini.

Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan melalui pembinaan dan pendampingan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Menurutnya, siswa terlebih dahulu akan diberikan pemahaman mengenai jenis sampah dan cara memilahnya. Setelah itu, sampah yang telah dipisahkan dapat dibawa ke sekolah untuk dijual melalui Bank Sampah Rosella.

Hasil penjualan tersebut kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan SimPel milik siswa.

“Anak-anak kita ajarkan memilah sampah dari rumah. Setelah dibawa ke sekolah dalam keadaan terpilah, sampah tersebut dibeli melalui Bank Sampah Rosella dan hasilnya dimasukkan ke tabungan mereka,” jelas Usmulyono.

Ia mencontohkan, beberapa jenis sampah plastik memiliki harga jual sekitar Rp4.000 per kilogram. Meski nilainya tidak besar, kegiatan ini diharapkan membuat siswa memahami bahwa sampah masih memiliki manfaat ekonomi jika dikelola dengan tepat.

Baca Juga : 2.000 Pacer Ramaikan Slow Jogging Pontianak, Edi Wacanakan Tambah CFD

Selain dijual, sampah plastik yang terkumpul juga berpotensi diolah menjadi berbagai produk bermanfaat. Pontianak telah memiliki fasilitas pengolahan plastik yang dapat menghasilkan produk seperti meja dan batako.

“Sampah plastik yang sudah dipilah nantinya bisa diolah menjadi bahan yang berguna, seperti meja, batako, dan sebagainya. Jadi bukan hanya dikumpulkan, tetapi juga bisa dimanfaatkan kembali,” ungkapnya.

Usmulyono menambahkan, kebiasaan memilah sampah sejak dini dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

Semakin banyak sampah yang dipilah dan dimanfaatkan sejak dari sumbernya, semakin sedikit pula sampah yang harus ditangani pada tahap akhir.

Pengembangan bank sampah mini juga menjadi bagian dari penguatan program Adiwiyata di Kota Pontianak. Sesuai surat edaran Wali Kota, seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di bawah kewenangan Pemkot Pontianak didorong mengikuti program tersebut.

DLH Pontianak akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar bank sampah mini tidak sekadar menjadi fasilitas sekolah. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan siswa memilah sampah secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

“Yang ingin kita bangun adalah kesadaran sejak dini. Anak-anak terbiasa memilah sampah, memahami manfaatnya, sekaligus mendapatkan nilai ekonomi. Harapannya, kebiasaan ini terus terbawa sampai mereka dewasa,” pungkasnya.**

Taman Parit Nanas Pontianak Dibenahi, Penerangan Ditingkatkan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak...

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Kota Pontianak tentang APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2027, Senin (2/11/2026).

83 Kontingen PGRI Pontianak Ikuti Porsenijar Kalbar 2026, Edi Targetkan Juara Umum

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 83 orang kontingen...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas 83 kontingen PGRI Pontianak yang akan mengikuti Porsenijar Kalbar 2026 di Singkawang.

Operasi Patuh Kapuas 2026, Polresta Pontianak Tindak 39 Pelanggar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Satuan Lalu Lintas (Satlantas)...

Petugas Satlantas Polresta Pontianak mengamankan sepeda motor dalam penertiban knalpot brong dan balap liar pada Operasi Patuh Kapuas 2026. (Foto: Res-Ptk)

Pejabat Pemkot Pontianak Adu Kreasi Masak Asam Pedas, Pererat Silaturahmi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Suasana berbeda terlihat di...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat beraksi dalam Lomba Masak yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Pontianak di halaman PMI Kota Pontianak, Minggu (1/11/2026) pagi.

2.000 Pacer Ramaikan Slow Jogging Pontianak, Edi Wacanakan Tambah CFD

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 2.000 pacer memeriahkan...

Sebanyak 2.000 pacer meramaikan Slow Jogging dalam rangka Hari Jadi ke-255 Pontianak, Minggu (1/10/2026).

Pemkot Pontianak Dorong Sungai Jawi Jadi Kawasan Rekreasi dan Ekonomi Kreatif

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono usai membuka Lomba Sampan di kawasan Sungai Jawi, Sabtu (31/10/2026).

berita terkini