BERIKABARNEWS l – Alphabet, perusahaan induk Google, membangun kepemilikan saham di Qualcomm senilai hampir US$548 juta pada kuartal III. Investasi tersebut menjadi dukungan bagi upaya Qualcomm memperluas bisnis pusat data (data center) di tengah perlambatan pasar ponsel pintar global.
Saham Qualcomm langsung menguat 3 persen dalam perdagangan prapasar (premarket). Kenaikan ini terjadi setelah saham perusahaan tersebut sempat anjlok lebih dari 9 persen pada Kamis akibat laporan kinerja kuartal September yang mengecewakan serta aksi jual di pasar saham Amerika Serikat.
Selama ini, prosesor Qualcomm menjadi komponen penting yang digunakan pada hampir seluruh perangkat ponsel pintar utama berbasis sistem operasi Android milik Google.
Kemitraan kedua perusahaan juga berkembang ke sektor perangkat komputer. Keduanya bekerja sama menghadirkan lini laptop premium terbaru Google, yakni Googlebook, yang menggunakan prosesor Qualcomm.
Pada 2024, Alphabet dan Qualcomm juga mencapai kesepakatan untuk mengembangkan chip dan perangkat lunak guna mendukung penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri otomotif.
Baca Juga : Saham AMD Melonjak 8 Persen, Opsi Saham OpenAI dan Meta Tekan Laba
Investasi Alphabet dilakukan ketika Qualcomm tengah mempercepat ekspansi bisnis pusat data yang masih dalam tahap awal. Perusahaan tersebut berambisi menjadi salah satu pemasok utama komponen untuk mendukung pertumbuhan infrastruktur kecerdasan buatan.
Dalam setahun terakhir, Qualcomm aktif menjajaki kerja sama dengan penyedia layanan komputasi awan (cloud service provider) melalui pengembangan prosesor AI khusus.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya minat perusahaan teknologi untuk mengembangkan chip sendiri sekaligus mencari alternatif selain produk Nvidia yang memiliki harga relatif tinggi.
Qualcomm menargetkan pendapatan dari bisnis chip pusat data mencapai US$15 miliar pada 2029.
Pada September, Qualcomm juga menjalin kesepakatan dengan Amazon. Melalui kerja sama tersebut, Amazon berpeluang membeli chip AI pusat data dan produk terkait buatan Qualcomm hingga US$60 miliar.
Kesepakatan itu turut mencakup penerbitan waran yang memberikan hak kepada Amazon untuk membeli saham Qualcomm.
Selain Amazon, perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Microsoft dan Meta, juga telah mendukung ekspansi Qualcomm melalui pemesanan prosesor pusat data.
Baca Juga : Google Luncurkan Gemini 4 Carbon, Ini Harga dan Fiturnya
Di sisi lain, Google pada Jumat juga melaporkan peningkatan kepemilikan sahamnya di SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk.
Jumlah saham yang dimiliki Google meningkat menjadi sekitar 555 juta saham, dibandingkan sebelumnya sebanyak 551,2 juta saham.
Perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas investasi Alphabet di sejumlah perusahaan teknologi strategis, seiring perkembangan bisnis kecerdasan buatan dan industri teknologi global.**
