Dana Pusat Kalbar Dipangkas Rp522 Miliar, Pemprov Fokus Optimalisasi Pendapatan dan Negosiasi Fiskal

Sekda Kalbar Harisson membacakan jawaban Gubernur Kalbar dalam Rapat Paripurna DPRD terkait pemangkasan dana pusat Rp522 miliar. (instagram.com/adpim.provkalbar)

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan setelah Pemerintah Pusat mengurangi dana transfer sebesar Rp522,18 miliar. Akibat pemangkasan ini, total rencana APBD Kalbar turun dari Rp6,2 triliun menjadi Rp5,7 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa Pemprov tetap berkomitmen menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan anggaran.

“Pemangkasan ini membuat ruang fiskal kita semakin sempit. Karena itu, Pemprov bersama DPRD akan segera melakukan langkah negosiasi dengan Pemerintah Pusat, baik di Kementerian Keuangan maupun Kemendagri,” ujar Harisson saat membacakan Jawaban Gubernur dalam Rapat Paripurna DPRD Kalbar, Rabu (1/10/2025).

Tiga Pos Dana yang Dipangkas dari Pemerintah Pusat

Pemotongan dana transfer tersebut terjadi pada tiga komponen utama, yaitu:

  • Dana Bagi Hasil (DBH) menurun sebesar Rp151 miliar.
  • Dana Alokasi Umum (DAU) berkurang Rp337 miliar.
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tahun sebelumnya mencapai Rp51 miliar, kini tidak lagi dialokasikan untuk tahun 2026.

Kondisi ini menuntut Pemprov Kalbar untuk mencari sumber pendapatan alternatif agar pelayanan publik dan program pembangunan tidak terganggu.

Baca Juga : Pemprov Kalbar Jajaki Kerja Sama Penjaminan UMKM dengan PT Jamkrindo Cabang Pontianak

Strategi Pemprov Kalbar Hadapi Defisit Fiskal

Untuk menutupi defisit akibat pemangkasan dana pusat, Pemerintah Provinsi Kalbar menyiapkan beberapa langkah optimalisasi pendapatan daerah, di antaranya:

  • Menetapkan target pendapatan yang realistis serta menyederhanakan regulasi pajak daerah.
  • Melakukan pemetaan potensi daerah dan memberikan insentif bagi sektor produktif.
  • Mendorong digitalisasi sistem pajak daerah serta memperkuat edukasi bagi wajib pajak untuk meningkatkan penerimaan.

Selain itu, Pemprov juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna membuka peluang pendanaan alternatif melalui investasi dan kerja sama pemerintah-swasta (PPP).

Fokus Belanja Daerah pada Sektor Prioritas

Harisson menegaskan bahwa selain meningkatkan pendapatan, efisiensi dan kualitas belanja daerah menjadi faktor penting agar APBD tetap berdampak nyata bagi masyarakat.

Belanja tahun 2026 akan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap perekonomian lokal, seperti:

  • Pendidikan dan Kesehatan: untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Infrastruktur dan Aset Produktif: guna menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, belanja pegawai tetap dijaga sebagai kebutuhan rutin. Namun, Pemprov berkomitmen mengoptimalkan anggaran pelayanan publik, hibah, dan bantuan sosial.
Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) akan diverifikasi secara ketat dan diaudit oleh APIP serta BPK demi menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan.

Negosiasi Fiskal Jadi Langkah Strategis Pemprov Kalbar

Menutup pernyataannya, Harisson menekankan pentingnya langkah diplomasi fiskal dan komunikasi politik ke Jakarta.

Ia berharap Gubernur bersama pimpinan DPRD segera melakukan negosiasi ke Kementerian Keuangan dan Kemendagri agar program pembangunan Kalbar tahun 2026 tidak terganggu.

“Diplomasi anggaran ini menjadi langkah strategis agar program pembangunan Kalbar tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana,” tegasnya. *

 

 

InfoPublik.id/MC Kalbar

Pengukuhan IKKB Jakarta, Ria Norsan Ajak Perantau Dukung Pembangunan Kalbar

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat menghadiri pengukuhan IKKB di Jakarta dan memberikan sambutan kepada perantau Kalbar.

Gubernur Ria Norsan Ajak Teladani Ulama di Haul Habib Amin

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Suasana khidmat menyelimuti Pondok...

Gubernur Kalbar, Ria Norsan menghadiri Haul Habib Amin di Pondok Pesantren Makarim El Akhlaq Singkawang.

Gandeng Juara MasterChef 13, Erlina Bawa Pangan Lokal Kalbar ke Dunia

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Perpaduan resep tradisional dan...

Penyajian 12 ribu porsi Lontong Sukadana di Kalbar Food Festival Pontianak 2026.

BBM Naik Lagi! Dexlite 26.600 dan PertaDex 28.500

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kenaikan harga bahan bakar...

Ilustrasi - Kendaraan mengisi BBM Dexlite di SPBU Pertamina Kalimantan Barat dengan harga terbaru Mei 2026.

Festival Kuliner Kalbar, 12 Ribu Porsi Lontong Sukadana Ukir Sejarah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Festival kuliner Kalimantan Barat...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat menghadiri Festival Kuliner Kalbar dan menyaksikan penyajian 12 ribu porsi Lontong Sukadana di Pontianak

Hardiknas 2026, Gubernur Ria Norsan Genjot Akses Pendidikan Kalbar, Target Zero Dropout

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Peringatan Hari Pendidikan Nasional...

Gubernur Kalbar Ria Norsan mendorong akses pendidikan dan program zero dropout.

berita terkini