BERIKABARNEWS l – Fenomena langit spektakuler Hujan Meteor Orionid akan mencapai puncaknya pada 21–23 Oktober 2025. Tahun ini menjadi momen istimewa karena kondisi pengamatan diprediksi sangat ideal, dengan langit gelap total tanpa cahaya bulan yang mengganggu.
Apa Itu Hujan Meteor Orionid dan Kapan Terjadinya?
Setiap bulan Oktober, Bumi melintasi jalur puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley. Saat butiran debu dan batu kecil dari komet memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan udara menghasilkan kilatan cahaya yang kita lihat sebagai meteor.
Aktivitas Orionid sebenarnya sudah dimulai sejak awal Oktober, namun puncaknya terjadi saat Bumi memasuki bagian puing terpadat.
Jadwal Puncak Hujan Meteor Orionid 2025
- Tanggal puncak: 21–23 Oktober 2025
- Intensitas: 15–20 meteor per jam (dalam kondisi langit gelap)
- Mulai terlihat: Setelah pukul 22.00 waktu lokal
- Waktu terbaik: Pukul 01.00 hingga menjelang subuh
- Arah radian: Dari rasi bintang Orion di ufuk timur
Meteor Orionid akan lebih mudah diamati ketika radian berada lebih dari 30° di atas cakrawala pada dini hari.
Fenomena dari Puing Komet Halley
Komet Halley hanya melintas setiap 75–76 tahun sekali, namun sisa-sisa materialnya tetap berada di orbit. Saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan hingga 148.000 mil per jam, partikel ini terbakar dan menciptakan goresan cahaya terang.
Nama “Orionid” berasal dari Rasi Bintang Orion, titik asal visual meteor tersebut. Menariknya, puing Komet Halley juga menyebabkan Hujan Meteor Eta Aquariid di bulan Mei.
Baca Juga : ChatGPT Bakal Lebih ‘Dewasa’: OpenAI Izinkan Konten Erotika Mulai Desember 2025
Kondisi 2025 Sangat Ideal: Langit Gelap Tanpa Gangguan Bulan
Puncak Orionid tahun ini bertepatan dengan Fase Bulan Baru pada 21 Oktober 2025, sehingga langit akan gelap total. Tidak ada cahaya bulan yang mengurangi visibilitas, membuat meteor terlihat lebih jelas, bahkan dari wilayah dengan polusi cahaya ringan.
Jika langit berawan pada satu malam, pengamat masih dapat mencoba lagi di malam berikutnya, karena aktivitas Orionid tetap tinggi selama hampir seminggu di sekitar tanggal puncak.
Tips Menyaksikan Hujan Meteor Orionid
Anda tidak membutuhkan teleskop untuk melihat Orionid. Cukup gunakan mata telanjang dan ikuti tips berikut:
- Cari lokasi gelap jauh dari lampu kota
- Gunakan kursi rebah atau berbaring agar pandangan lebih luas
- Arahkan pandangan setengah antara cakrawala dan zenit
- Hadapkan tubuh ke arah tenggara (Belahan Bumi Utara) atau utara (Belahan Bumi Selatan)
- Biarkan mata beradaptasi 20–30 menit dalam kegelapan
Selain meteor Orionid yang cepat dan terang, pengamat mungkin juga melihat meteor Taurid yang bergerak lebih lambat atau meteor sporadis lainnya. *
Skynews.com/Amsmeteors.org
