Sarawak Intensifkan Pengendalian Rabies untuk Lindungi Warga dan Hewan Peliharaan

Ilustrasi - Vaksinasi anjing dan kucing di Sarawak untuk pencegahan rabies. (unsplash.com/@solomin_d)

BERIKABARNEWS l KUCHING – Pemerintah Sarawak memperkuat upaya pemberantasan penyakit rabies melalui program pengendalian yang komprehensif. Hal ini disampaikan oleh Menteri Industri Pangan, Komunitas, dan Pembangunan Daerah, Dato Sri Dr. Stephen Rundi Utom, sebagai bagian dari strategi perlindungan terhadap penduduk dan hewan peliharaan dari virus mematikan tersebut.

Dr. Rundi menekankan bahwa kementeriannya, melalui Departemen Layanan Veteriner Sarawak (DVS) dan kerja sama lintas instansi, akan terus meluncurkan langkah-langkah pengendalian serta memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional.

Berdasarkan data per 31 Oktober 2025, dari 646 sampel hewan yang diuji, 48 dinyatakan positif rabies. Kasus tersebar di beberapa distrik, termasuk Kuching, Padawan, Bintulu, Bau, Sebauh, Asajaya, Lundu, dan Belaga. Sebagian besar kasus melibatkan hewan peliharaan yang tidak divaksinasi dan dibiarkan berkeliaran bebas.

Baca Juga : AirBorneo Diluncurkan, Sarawak Targetkan Konektivitas Udara Lebih Baik Tahun 2026

Pernyataan ini muncul setelah kritik dari anggota dewan Violet Yong (DAP-Pending) dalam debat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026. Yong menyuarakan keprihatinan atas delapan tahun upaya melawan rabies yang telah menelan lebih dari 80 korban jiwa, namun strategi pengendalian dinilai masih kurang komprehensif.

Anggota dewan tersebut menekankan perlunya langkah-langkah konkret, seperti pembentukan Unit Edukasi Anti-Rabies Publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, penerapan praktik kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab, serta vaksinasi wajib untuk anjing dan kucing.

Yong menyoroti keberhasilan negara-negara seperti Jepang dan beberapa negara Barat dalam memberantas rabies sebagai contoh yang bisa diadopsi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kucing kini menjadi sumber utama insiden gigitan, sehingga tindakan tegas dan terkoordinasi sangat dibutuhkan.

“Jika Sarawak tidak dapat mengendalikan rabies setelah delapan tahun, jelas lembaga kami membutuhkan keahlian eksternal,” ujarnya.

Dr. Rundi menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat pengendalian rabies melalui program vaksinasi dan edukasi, sekaligus memastikan keamanan masyarakat dan hewan peliharaan di seluruh Sarawak. (ing)

Imigrasi Malaysia Gerebek Tiga Lokasi di Kuching, 59 WNI Diamankan

BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Imigrasi Malaysia menggerebek tiga lokasi di Kuching dan mengamankan 59 WNI. (JIM Sarawak)

Helikopter Medis Jatuh di Long Lellang Sarawak, Lima Orang Tewas

BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter medis Layanan Dokter...

Helikopter medis Layanan Dokter Udara yang jatuh di dekat Bandara Long Lellang, Sarawak. (facebook.com/al.imram.88)

Helikopter Layanan Dokter Terbang Kecelakaan Saat Mendarat di Sarawak

BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter layanan Dokter Terbang...

Ilustrasi - Helikopter layanan Dokter Terbang Kementerian Kesehatan Malaysia yang mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Long Lellang, Sarawak. (Foto: unsplash.com/@isaacbenhesed)

24 WNI Terjaring Operasi JIM Sarawak di Kuching

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 24 warga negara...

Petugas JIM Sarawak mengamankan WNI dalam operasi penguatkuasaan di Kuching, Sarawak.

Ops Gegar Kuching, 35 Warga Asing Ditahan Termasuk WNI

BERIKABARNEWS l KUCHING – Jabatan Imigresen Malaysia (JIM)...

Operasi Ops Gegar JIM Kuching yang menahan 35 warga asing, termasuk warga Indonesia, di Sarawak. (Suara Sarawak)

63 Sekolah Sarawak Ditutup Akibat Kabut Asap

BERIKABARNEWS l KUCHING – Sebanyak 63 sekolah di...

Kabut asap menyelimuti wilayah Sarawak dan berdampak pada aktivitas sekolah.

berita terkini