BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Ajang Pemilihan Lanceng Praben Kabupaten Kubu Raya dan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 sukses digelar di Qubu Resort, Sabtu malam (4/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Keluarga Besar Madura Kalimantan Barat ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi sekaligus menjaga nilai budaya Madura di tengah perkembangan zaman.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang hadir langsung memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap para pemenang mampu menjadi duta budaya yang aktif mendorong pengembangan pariwisata, kreativitas, dan pelestarian tradisi di Kalimantan Barat.
Pada malam grand final, Ahmad Zakariya dari Kecamatan Sungai Ambawang dan Dela Nurfaizah dari Kecamatan Kubu terpilih sebagai Lanceng dan Praben Kabupaten Kubu Raya 2026.
Sementara itu, di tingkat provinsi, gelar Lanceng Praben Kalbar 2026 diraih oleh Reuben Reviadiputra dari Kabupaten Sambas dan Suci Licin Nur Fadilah dari Kabupaten Kubu Raya.
Para pemenang diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda yang berprestasi sekaligus memiliki karakter kuat dalam menjaga identitas budaya daerah.
Dalam sambutannya, Sujiwo menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari jati diri bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan, sejalan dengan semangat Trisakti yang mengedepankan kepribadian dalam kebudayaan.
Baca Juga : Obesitas Meningkat, PERKENI Kalbar Dorong Perubahan Gaya Hidup Sehat
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung seluruh kegiatan budaya lintas etnis. Setelah agenda ini, Pemkab Kubu Raya juga akan mendorong pelaksanaan kegiatan budaya lainnya seperti Naik Dango dan festival etnis lain di Kalimantan Barat.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi antara panitia dan berbagai perangkat daerah. Dukungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pariwisata memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap kegiatan budaya tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat identitas budaya dan mendorong pertumbuhan pariwisata daerah.*
