BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Al Faqih Business Center resmi hadir di Kabupaten Kubu Raya sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Pusat bisnis yang dikelola PT Al Faqih Sejahtera Abadi (ASA) itu diluncurkan di Jalan Mayor Alianyang, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat (14/8/2026).
Peresmian berlangsung bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bupati Kubu Raya Sujiwo, Wakil Bupati Sukiryanto, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, ulama, pimpinan pesantren, dan tokoh masyarakat.
CEO PT ASA Habib Thoha Bin Husein Al-Jufri mengatakan, Al Faqih Business Center dibangun untuk mendorong pesantren memiliki sumber pendapatan yang mandiri.
Hasil dari unit usaha produktif tersebut nantinya dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pembangunan pesantren. Meski demikian, kegiatan usaha tetap berjalan seiring dengan fungsi utama pesantren di bidang pendidikan dan dakwah.
Saat ini, pusat bisnis tersebut menaungi FM Mart dan FM Cafe. PT ASA juga menggandeng mitra berpengalaman dari Arab Saudi untuk mengembangkan layanan perjalanan umrah dan haji plus.
Direktur PT ASA H. Fatturahman mengatakan ekosistem usaha tersebut memberi peluang bagi para kiai dan pimpinan pesantren dari berbagai daerah untuk memimpin rombongan jamaah secara mandiri.
“Yang kami bangun bukan hanya bisnis yang mengejar profit, tetapi ekosistem yang dapat membuat pondok pesantren menjadi lebih sejahtera, aman, dan jaya,” ujar Fatturahman.
Baca Juga : Dermaraja Sunset Festival 2026 Digelar Meriah, Cak Lontong Ikut Beri Apresiasi
Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut positif kehadiran Al Faqih Business Center. Pemkab Kubu Raya siap memberikan kemudahan perizinan agar pusat bisnis berbasis pesantren tersebut dapat berkembang secara profesional dan amanah.
Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyebut daerahnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Saat ini terdapat 138 pondok pesantren dan sekitar 39.000 UMKM di Kubu Raya.
Pemkab Kubu Raya juga telah menerapkan moratorium izin ritel modern sebagai upaya melindungi keberlangsungan usaha lokal.
“Kami ingin UMKM lokal tetap hidup. Jika pesantren bersatu membangun sistem pengadaan atau grosir bersama, daya belinya akan lebih besar dan harga bisa jauh lebih kompetitif,” kata Sukiryanto.
Pemkab juga siap mendampingi unit usaha pesantren agar dapat memenuhi kualifikasi untuk mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga : Polres Kubu Raya Hadir untuk Santriwati, Bantuan Tandon Air 2.000 Liter Disalurkan
Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni yang hadir mewakili Kapolres AKBP Rensa S. Aktadivia turut mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
Ia mengingatkan agar pengembangan usaha dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Polisi juga mengajak pengelola usaha, tokoh agama, dan masyarakat memperkuat komunikasi untuk menjaga lingkungan yang aman dan kondusif bagi perkembangan ekonomi di Kubu Raya.*
