Alokasi Biodiesel 2026 Ditetapkan 15,6 Juta Kiloliter

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan alokasi biodiesel 2026 dalam konferensi pers di Jakarta. (instagram.com/bahlillahadalia)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan alokasi Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel untuk tahun 2026 sebesar 15,6 juta kiloliter. Kebijakan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi hijau.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 439.K/EK.01/MEM.E/2025 yang ditandatangani Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Program ini mendukung kelanjutan kebijakan mandatori pencampuran biodiesel dalam minyak solar yang akan diterapkan pada 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listyani menjelaskan, alokasi biodiesel 2026 dibagi ke dalam dua skema.

Untuk sektor Public Service Obligation (PSO) ditetapkan sebesar 7,45 juta kiloliter, sedangkan non-PSO mencapai 8,19 juta kiloliter. Pelaksanaan program ini melibatkan sinergi 32 badan usaha bahan bakar minyak dan 26 badan usaha biodiesel.

Menurut Eniya, skema insentif untuk sektor PSO tetap dipertahankan sebagaimana ketentuan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar implementasi mandatori biodiesel, termasuk program B40, dapat berjalan stabil dan berkelanjutan.

Selain mendukung energi bersih, kebijakan biodiesel 2026 juga berdampak besar secara ekonomi. Kementerian ESDM memperkirakan program ini mampu menghemat devisa negara hingga Rp139 triliun melalui pengurangan impor solar.

Baca Juga : Prabowo: Rp6,6 Triliun Baru Awal Berantas Kebocoran Negara

Di sisi lain, hilirisasi sawit diproyeksikan memberikan nilai tambah sebesar Rp21,8 triliun serta menyerap lebih dari 1,9 juta tenaga kerja di sepanjang rantai industri.

Dari aspek lingkungan, penerapan biodiesel diperkirakan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 41,5 juta ton CO₂e.

Untuk memastikan manfaat tersebut tercapai, pemerintah menyiapkan pengawasan ketat terhadap kualitas dan distribusi biodiesel, termasuk monitoring standar mutu, pengawasan di titik serah, serta pelibatan surveyor independen.

Pemerintah menegaskan, kebijakan alokasi biodiesel 2026 akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan strategis nasional agar memberikan manfaat optimal bagi energi, ekonomi, dan lingkungan. *

 

Sumber :

InfoPublik.id

Panglima Jilah Temui Prabowo, Karhutla Kalbar Jadi Pembahasan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima...

Panglima Jilah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka membahas penanganan karhutla Kalbar. (Foto: BPMI Setpres)

Gerhana Bulan 28 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan BMKG

BERIKABARNEWS l – Gerhana Bulan Sebagian akan menghiasi...

Ilustrasi Gerhana Bulan Sebagian yang berlangsung pada 28 Agustus 2026. (Foto: Ilustrasi Gerhana Bulan Sebagian yang berlangsung pada 28 Agustus 2026.)

Akun WhatsApp Diblokir Mendadak, Meta Akui Ada Kesalahan Sistem

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Meta, perusahaan induk WhatsApp,...

Ilustrasi - Perwakilan WhatsApp dan Kemkomdigi membahas pemblokiran akun WhatsApp di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Foto: unsplash.com/@brett_jordan)

Karhutla Kalbar, Polri Kirim 200 Tabung Oksigen dan Peralatan Pemadaman

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Polri mengirim bantuan logistik...

Polri mengirim bantuan peralatan dan logistik untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Polri)

Viral Rekening Donasi Diblokir, Logo Mandiri di Gedung Thamrin Mendadak Dicopot

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Logo “Mandiri” di fasad...

Logo Mandiri dicopot dari Gedung Bank Mandiri di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto : threads.com/@jeff_deo)

Polri Ungkap 89 Kasus Karhutla, 72 Orang Jadi Tersangka

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Polri mengungkap 89 kasus...

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan penanganan kasus karhutla 2026. (Foto: Polri)

berita terkini