Aparat Musnahkan Belasan Ton Bawang Ilegal dari Malaysia

Petugas gabungan memusnahkan belasan ton bawang ilegal asal Malaysia di Pontianak dalam operasi penegakan hukum perdagangan gelap.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Aparat penegak hukum gabungan memusnahkan belasan ton bawang impor ilegal asal Malaysia dalam kegiatan resmi di Pontianak, Kamis (21/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemberantasan perdagangan ilegal yang merugikan negara sekaligus berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Kasus ini terungkap melalui operasi Satgas Gakkum Lundup yang menemukan adanya peredaran komoditas hortikultura tanpa izin di wilayah Kalimantan Barat.

Barang ilegal tersebut diduga masuk melalui jalur tidak resmi di perbatasan Kalbar–Malaysia, kemudian disimpan di dua gudang rahasia sebelum diedarkan ke pasar.

Dari hasil penyelidikan, praktik penyelundupan ini telah berlangsung sekitar satu tahun dengan distribusi mencapai delapan ton bawang per minggu.

Nilai perputaran uang dari jaringan tersebut diperkirakan mencapai Rp24,96 miliar per tahun.

Baca Juga : Harga Kelapa Terus Anjlok, Petani Sungai Kupah Desak Solusi Pemerintah

Pemusnahan dilakukan karena komoditas bawang mudah rusak dan berisiko membahayakan kesehatan jika tidak melalui proses karantina resmi. Tanpa pemeriksaan, barang tersebut berpotensi membawa hama dan penyakit tanaman.

Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan meliputi bawang putih sebanyak 9.680 kilogram, bawang bombai 7.340 kilogram, bawang merah 2.193 kilogram, serta bawang beri 1.719 kilogram.

Kegiatan pemusnahan turut dihadiri sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya perwakilan Kejaksaan Agung RI, Bareskrim Polri, Kejaksaan Tinggi Kalbar, Bea Cukai, Barantin, Dinas Lingkungan Hidup Kalbar, hingga Polda Kalbar.

Kehadiran berbagai lembaga ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam memberantas praktik penyelundupan di daerah perbatasan.

Baca Juga : Kalbar Masuk 4 Besar Demokrasi Terbaik Nasional

Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri, KBP Derry Agung Wijaya, menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan dan tidak memberi ruang bagi pelaku penyelundupan.

“Penindakan ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga tata niaga yang sehat dan melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh instansi terkait,” ujarnya.

Para pelaku kini dijerat dengan pasal berlapis terkait undang-undang hortikultura, perdagangan, karantina, perlindungan konsumen, serta ketentuan dalam KUHP.

Aparat menegaskan akan meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya kembali komoditas ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat.*

Pemprov Kalbar Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Lewat Sinergi SIKADA

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Sekda Kalbar Harisson saat membuka FGD SIKADA Regional Kalbar di Kantor Bank Indonesia Pontianak.

Wagub Krisantus Terima Gelar Adat Kehormatan Cendaga Bandar Bicara Tuah Benua

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat,...

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menerima gelar adat kehormatan Cendaga Bandar Bicara Tuah Benua di Rumah Radakng Pontianak, (21/5/2026).

Kalbar Masuk 4 Besar Demokrasi Terbaik Nasional

BERIKABARNEWS l SEMARANG – Kalimantan Barat kembali mencatat...

Gubernur Kalbar Ria Norsan menerima penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia 2025 di Semarang, (21/5/2026).

Sambut Iduladha, Pemprov Kalbar Sebar Hewan Kurban ke 14 Daerah

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat melihat hewan kurban di Kantor Gubernur Kalbar menjelang Iduladha 1447 H.

Kontes Arwana Internasional Digelar, 190 Ekor Arwana Terbaik Dunia Dipamerkan di PCC

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – APPS (Asosiasi Penangkar dan...

Ratusan ikan arwana terbaik dunia dipamerkan dalam Kontes Arwana Internasional di Pontianak Convention Centre (PCC) Kota Pontianak.

PGD ke-40 Resmi Dibuka, Ria Norsan Gaungkan Persatuan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pekan Gawai Dayak (PGD)...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat membuka Pekan Gawai Dayak ke-40 di Rumah Radakng, Pontianak.

berita terkini