Habe Fest Digelar, Konser Tanjidor di Atas Sampan Bikin Heboh Sungai Jawi

Penampilan Grup Tanjidor Sumber Rezeki di atas sampan saat Habe Fest 2026 di Sungai Jawi Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Grup Tanjidor Sumber Rezeki menggelar penampilan di atas Sungai Jawi. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang datang untuk menonton.

Konser Tanjidor di atas sampan ini merupakan bagian dari kegiatan Habe Fest.

Habe fest 2026 adalah iterasi kedua dari festival yang diinisiasi oleh Balaan Tumaan bersama jaringan dalam memasuki dasawarsa kedua hadir di ekosistem seni di Kalimantan Barat.

Festival ini berlangsung 22-31 Mei 2026 di beberapa titik di kota Pontianak, festival ini berfokus menyoroti dan memahami kelindan budaya bunyi dalam masyarakat, terutama melalui musik tradisi dan eksperimental serta posisinya pada kehidupan sosial dan budaya di Kalimantan Barat.

Penampilan Grup Tanjidor Sumber Rezeki di atas sampan dalam Habe Fest 2026 di Sungai Jawi Pontianak.
Penampilan Grup Tanjidor Sumber Rezeki di atas sampan dalam Habe Fest 2026 di Sungai Jawi Pontianak.

Tahun ini, Habe Fest mengusung tema “Renung” atau reflect, yang menjadi ajakan untuk memahami hubungan bunyi dengan ruang hidup manusia, mulai dari sejarah kota, lingkungan, hingga persoalan sosial dan budaya.

Penyelenggara menilai masyarakat modern hidup di tengah paparan suara tanpa henti, namun semakin jarang memiliki kesempatan untuk benar-benar mendengar dan memaknai bunyi di sekitar mereka.

Melalui tema tersebut, Habe Fest menghadirkan berbagai pertunjukan dari musisi dan komponis Kalimantan Barat hingga luar daerah. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pertunjukan tanjidor di atas Sungai Jawi yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.

Baca Juga : Kalbar Masuk 4 Besar Demokrasi Terbaik Nasional

Selain Grup Tanjidor Sumber Rezeki, festival ini juga menghadirkan Pucuk Pakis Ensemble dari Pontianak yang mengangkat warisan musik Melayu dalam pendekatan musikal kontemporer.

Duo musisi perempuan SARANA asal Samarinda juga dijadwalkan tampil membawakan eksplorasi musik noise dengan karakter bunyi eksperimental.

Sejumlah pertunjukan lainnya berlangsung di berbagai lokasi seperti Port 99, kawasan Gertak I Sungai Jawi, hingga area Pasar Tengah.

Menurut panitia, Habe Fest tidak sekadar menjadi festival hiburan, tetapi juga ruang untuk memperdalam pengetahuan tentang seni, tradisi, dan budaya bunyi yang selama ini masih minim mendapat perhatian.

Selain pertunjukan musik, Habe Fest 2026 turut menghadirkan program publik berupa lokakarya, forum rembuk, dan sesi berbagi komunitas yang berlangsung pagi hingga sore hari.

Berbagai topik yang diangkat berkaitan dengan pelestarian tradisi, pengarsipan independen, hingga isu perempuan dalam seni kontemporer.

Baca Juga : Tiba-Tiba Concert Batal, Sal Priadi Gagal Manggung di Pontianak

Festival ini juga menghadirkan Community Sharing Session (CSS) bersama Perempuan Komponis yang menjadi ruang aman dan inklusif bagi seniman perempuan untuk berbagi pengalaman dan gagasan musikal.

Tak hanya itu, Habe Fest kembali menghadirkan program Sinema Bunyi yang menampilkan film, video, dan moving image bertema bunyi hasil kurasi Balaan Tumaan dan Kopi Sinema.

Beberapa karya yang diputar di antaranya “Galura Tropikalia Alive” karya Kathleen Malay bersama grup musik The Panturas serta film dokumenter “The Sound Guardian” karya Leah Varjacques yang mengangkat kisah tetua Suku Balik dan ilmuwan dalam mendokumentasikan dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terhadap spesies terancam punah melalui pendekatan bunyi.

Festival ini juga menyediakan “Pelabuhan Seni”, sebuah ruang komunitas yang dipandu Gitujak Publishing dan Imagirupa sebagai tempat berbagi pengalaman, refleksi, dan impresi selama festival berlangsung.

Habe Fest 2026 diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum.

Pengunjung juga dapat mendukung para seniman dan komunitas melalui pembelian merchandise maupun donasi sukarela.

Festival ini turut didukung berbagai komunitas dan kolektif kreatif seperti Port 99, Martapala 47, Kopi Sinema, Nutmeg Studio, Imagirupa, Gitujak Publishing, Equator Live Audio System, Perempuan Komponis, Sanggar Bekut, Hubbul Wathan, hingga Siberdaya.

Informasi lengkap mengenai jadwal dan rangkaian acara dapat diakses melalui media sosial resmi Habe Fest maupun situs habefest.co. (ndo)

LAS! Kembali dengan ’21st Century of Troubadour’, Album tentang Perjalanan dan Refleksi

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Band indigenous rock asal...

LAS! band indigenous rock asal Pontianak merilis album 21st Century of Troubadour.

Setelah 10 Tahun, Sidepony Lanjutkan Perjalanan Musik Lewat ‘September’

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Setelah lebih dari 10...

Sidepony merilis single terbaru berjudul “September” setelah lebih dari 10 tahun.

Manggung Di Muara Hidupkan Tepian Sungai Kuching, Hadirkan Musisi Tiga Negara

BERIKABARNEWS l KUCHING – Tepian Sungai Sarawak di...

Manggung Di Muara akan menghadirkan musisi Indonesia, Malaysia, dan Brunei di Kuching Waterfront Esplanade.

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Perdana ‘Sabda’

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Band metalcore modern asal...

Meet On Friday, band metalcore modern asal Pontianak yang merilis single perdana berjudul Sabda.

Band Lintas Negara COUPPON Perkenalkan Single Perdana

BERIKABARNEWS l KUCHING – Band indie alternative COUPPON...

Personel band lintas negara COUPPON asal Kuching dan Pontianak saat memperkenalkan single perdana "Merugilah".

Lokasi Rock In The City 2026 Berubah ke Esplanade Kuching, Simak Informasi Terbarunya

BERIKABARNEWS l KUCHING – Panitia penyelenggara Rock In...

Poster resmi Rock In The City 2026 dengan informasi lokasi baru di Esplanade Kuching dan jadwal festival musik.

berita terkini