BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global. Upaya tersebut ditegaskan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hasil Sinergi Keuangan Daerah (SIKADA) Regional Kalbar yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kamis (21/5/2026).
FGD SIKADA Regional Kalbar menjadi ruang sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Harisson menegaskan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi langkah penting untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Menurutnya, penguatan kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar kebijakan ekonomi daerah dapat berjalan selaras dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, penguatan koordinasi antarlembaga menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Harisson.
Baca Juga : Wagub Krisantus Terima Gelar Adat Kehormatan Cendaga Bandar Bicara Tuah Benua
Melalui forum SIKADA ini, pemerintah berharap lahir berbagai rekomendasi dan terobosan kebijakan ekonomi yang mampu menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan moneter di tingkat regional.
Selain membahas stabilitas ekonomi, forum tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan potensi lokal sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Barat.
Selama ini, ekonomi Kalbar masih banyak bergantung pada sejumlah komoditas unggulan. Karena itu, pemerintah mendorong diversifikasi sektor usaha agar perekonomian daerah lebih kuat dan tidak mudah terdampak gejolak ekonomi global.
Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan forum SIKADA Regional Kalbar. Pemerintah ingin mendorong UMKM lokal agar mampu meningkatkan daya saing dan berkembang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Baca Juga : Kalbar Masuk 4 Besar Demokrasi Terbaik Nasional
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif guna menarik investasi strategis yang ramah lingkungan dan mampu menyerap tenaga kerja.
Perluasan akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses permodalan melalui layanan perbankan dan lembaga keuangan resmi.
Pemprov Kalbar optimistis sinergi yang kuat antara pemerintah, regulator, dan sektor keuangan akan menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Kalimantan Barat diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.*
