Bapperida Kalbar Gandeng CSF Indonesia Optimalkan Potensi Tengkawang

Bapperida Kalbar bersama CSF Indonesia menggelar audiensi membahas pengembangan komoditas tengkawang di Pontianak.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Barat menggandeng Yayasan Strategi Konservasi Indonesia (CSF Indonesia) untuk mengoptimalkan potensi komoditas tengkawang melalui tata kelola yang berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bapperida Kalbar, Jumat (29/5/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang mampu memberikan dampak ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Kepala Bapperida Provinsi Kalbar, Dra. Linda Purnama, M.Si., menerima langsung kedatangan tim CSF Indonesia. Audiensi turut dihadiri Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Dr. Eka Wulandari, S.STP., M.Ec.Dev., bersama jajaran perencana dan peneliti terkait.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pelaksanaan Regulation Impact Assessment (RIA) atau analisis dampak regulasi terhadap komoditas tengkawang di Kalimantan Barat.

Melalui kajian RIA, Bapperida Kalbar dan CSF Indonesia berupaya menghimpun berbagai masukan, data, dan pandangan strategis terkait kebijakan tata kelola tengkawang yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Baca Juga : Dukung Ekonomi Warga, KPH Sintang Timur Salurkan Bibit Kopi Unggulan

Diskusi berlangsung produktif dengan membahas tantangan di lapangan, peluang pengembangan ekonomi berbasis tengkawang, hingga penyusunan regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum.

“Langkah ini penting agar regulasi yang disusun benar-benar berpihak pada kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal,” demikian hasil pembahasan dalam audiensi tersebut.

CSF Indonesia juga mengapresiasi keterbukaan Bapperida Kalbar dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Menurut mereka, pendekatan berbasis data dan kondisi lapangan sangat diperlukan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif.

Dengan adanya kajian RIA yang matang, komoditas tengkawang diharapkan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga berkembang sebagai penggerak ekonomi hijau di Kalimantan Barat.

Bapperida Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah melalui kebijakan pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan ekosistem dan pemanfaatan sumber daya alam secara adil serta merata.*

Musda I LP3KD Kalbar Resmi Dibuka, Persiapan Menuju Pesparani Nasional Dimulai

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Musyawarah Daerah Pertama (Musda...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Musda I LP3KD Kalbar di Hotel Kini Pontianak.

Iduladha 1447 H, Wagub Krisantus Salurkan Bantuan Hewan Kurban

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat...

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menyerahkan bantuan hewan kurban Iduladha 1447 H kepada pengurus masjid.

Iduladha 1447 H, Sekda Harisson Ajak ASN Perkuat Nilai Keikhlasan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan...

Sekda Kalbar Harisson melaksanakan Salat Iduladha 1447 H bersama ASN di Masjid An Na’im Pontianak.

Momen Iduladha 1447 H, Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Kalbar Perkuat Kebersamaan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Hari Raya Iduladha 1447...

Gubernur Kalbar Ria Norsan usai melaksanakan Salat Iduladha 1447 H bersama masyarakat di Masjid Dzakirin Pontianak.

Diduga Korsleting Listrik, Kapal Tanker BBM MT Bintang Energi Alami Ledakan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kapal tanker pengangkut BBM...

Tim Jibom dan KBRN Satbrimob Polda Kalbar melakukan sterilisasi kapal tanker MT Bintang Energi pascaledakan di Pontianak.

Sekda Kalbar dan BKKBN Bahas Percepatan Peta Jalan Kependudukan hingga Program MBG

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat,...

Sekda Kalbar Harisson menerima audiensi Kepala BKKBN Kalbar membahas peta jalan kependudukan dan Program MBG di Pontianak.

berita terkini