BERIKABARNEWS l – Situasi keamanan di wilayah barat laut Pakistan kembali bergejolak. Serangan bom rakitan atau Improvised Explosive Device (IED) menghantam kendaraan kepolisian di Distrik Tank, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP), menewaskan sedikitnya enam personel polisi, pada Senin (11/1/26).
Insiden berdarah ini menambah daftar panjang serangan terhadap aparat keamanan di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan, di tengah upaya pemerintah Pakistan menekan eskalasi aksi militan yang terus meningkat.
Juru bicara Kepolisian Distrik Tank, Younas Khan, menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat kendaraan lapis baja polisi melintas di Jalan Gomal–Jutta, tepatnya di dekat kawasan Kanal Kot Wali. Bom IED yang ditanam di sisi jalan meledak dengan daya hancur besar, menyebabkan kendaraan rusak parah.
Enam korban tewas dalam peristiwa tersebut terdiri atas seorang inspektur polisi, seorang sub-inspektur tambahan, pengemudi kendaraan, serta tiga anggota pasukan elit kepolisian.
Usai ledakan, aparat keamanan langsung melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi. Kepala Polisi Distrik (DPO) Tank, Shabbir Hussain Shah, bersama pejabat senior lainnya turun langsung memimpin operasi penyisiran untuk memburu pelaku di wilayah sekitar yang dikenal memiliki medan sulit.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para personel kepolisian. Ia mengutuk keras aksi teror tersebut dan memerintahkan aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Para teroris yang bertanggung jawab atas serangan ini akan dihadapkan pada hukuman yang setimpal,” tegas Shehbaz Sharif dalam pernyataan resminya.
Sementara itu, Ketua Menteri Khyber Pakhtunkhwa Sohail Afridi turut memberikan penghormatan kepada para korban. Ia menilai pengorbanan aparat kepolisian menjadi bukti komitmen kuat negara dalam melawan kelompok anti-perdamaian.
Baca Juga : Thailand Selatan Terapkan Jam Malam Usai Rentetan Serangan SPBU
Bayang-Bayang Ancaman Militan
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kecurigaan mengarah pada Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok militan yang kerap melancarkan serangan terhadap aparat keamanan di wilayah Khyber Pakhtunkhwa.
Provinsi ini memang dikenal sebagai salah satu wilayah paling rawan, dengan serangkaian serangan terhadap pos polisi, patroli keamanan, hingga penculikan pejabat pemerintah.
Ketegangan di kawasan juga berdampak pada hubungan regional. Pemerintah Pakistan berulang kali menuding kelompok TTP memiliki basis perlindungan di wilayah Afghanistan, serta mencurigai adanya dukungan eksternal dari India. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh kedua negara.
Saat ini, aparat keamanan Pakistan meningkatkan status siaga di Khyber Pakhtunkhwa, seiring berlanjutnya operasi antiteror di wilayah perbatasan yang rawan konflik. (ing)
Sumber :
Arabnews
