BERIKABARNEWS l SARAWAK – Bomba dan Penyelamat Malaysia (Bomba) Sarawak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah tercatat lonjakan kasus serangan buaya dan tingginya angka orang hilang di seluruh negara bagian sepanjang 2025.
Direktur Bomba Sarawak, Jamri Masran, menyoroti tren konflik antara manusia dan satwa liar yang meningkat, menandai risiko signifikan bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang bantaran sungai.
Berdasarkan data resmi, jumlah serangan buaya meningkat dalam tiga tahun terakhir, dari 3 kasus pada 2023, 6 kasus pada 2024, hingga 8 kasus pada 2025. Lonjakan ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati di wilayah rawan.
Selain itu, Bomba Sarawak juga menangani puluhan laporan orang hilang. Sepanjang 2025, tercatat 66 kasus orang hilang, dan total penanganan orang hilang sejak 2020 hingga 2025 mencapai 612 kasus. Jamri Masran menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi risiko ini.
Baca Juga : Remaja 14 Tahun Hilang Diterkam Buaya di Sungai Kelai
Sebagai langkah pencegahan, Bomba Sarawak mengeluarkan panduan keselamatan untuk masyarakat, antara lain: hindari aktivitas sendirian di kawasan rawan, patuhi papan peringatan dan instruksi keselamatan, gunakan jalur resmi saat berada di hutan atau sungai, serta selalu aktifkan perangkat komunikasi dan simpan nomor darurat Bomba serta PDRM.
“Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Bomba Sarawak akan terus memperkuat operasi pemantauan dan respons untuk menangani insiden orang hilang maupun serangan buaya,” tegas Jamri Masran.
Pihak otoritas berharap masyarakat dapat bekerja sama lebih disiplin dalam menjaga keamanan diri, sehingga angka kecelakaan di perairan dan hutan Sarawak dapat ditekan pada tahun-tahun mendatang.*
Sumber :
Borneo Post
