BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Misi Dagang 2026.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (11/8/2026).
Kolaborasi Kalbar dan Jatim ini ditujukan untuk memperkuat perdagangan antardaerah, membuka peluang investasi, serta membangun rantai pasok komoditas unggulan yang saling menguntungkan.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Beralih Status Menjadi UIN
Melalui Misi Dagang 2026, potensi komoditas Kalbar dipertemukan dengan pasar, teknologi, dan pelaku usaha dari Jawa Timur.
Kalbar tidak hanya menjadi pasar bagi produk dari Jatim. Provinsi ini juga berpeluang menjadi pemasok komoditas, bahan baku, hingga produk hasil hilirisasi.
Sejumlah sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, serta kehutanan dan produk turunannya.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Kalbar.
Baca Juga : Erlina Ria Norsan Dorong Pengusaha Muslimah Kalbar Perkuat UMKM dan Go Digital
Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan bahwa Kalbar terbuka terhadap kolaborasi dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, Misi Dagang 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperluas kerja sama ekonomi antara Kalbar dan Jawa Timur.
“Kegiatan ini merupakan kehormatan sekaligus momentum penting untuk mempererat hubungan dan memperluas kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan.*
