BERIKABARNEWS l KETAPANG – Ria Norsan meminta Pemerintah Kabupaten Ketapang menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 secara lebih adaptif dan terukur. Hal ini menyusul tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Utama Kantor Bupati Ketapang, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, jajaran DPRD, serta unsur Forkopimda.
Dalam arahannya, Ria Norsan menyoroti berkurangnya dana transfer pusat yang dialami hampir seluruh daerah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini, menurutnya, menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran.
“Hampir semua daerah mengalami pengurangan dana transfer. Bahkan Dana Desa yang sebelumnya miliaran rupiah, kini banyak yang turun ke kisaran Rp200 juta hingga Rp350 juta,” ungkapnya.
Ia menegaskan, situasi tersebut harus direspons dengan kebijakan yang lebih efisien dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga diminta menyederhanakan regulasi yang dinilai tidak penting guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Jika daerah kondusif, proses pembangunan akan jauh lebih mudah,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada tantangan fiskal, Gubernur mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 5,39 persen, berada di atas rata-rata nasional. Namun, ia memberikan perhatian khusus pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Ketapang yang saat ini berada di angka 71,3.
Ria Norsan menargetkan peningkatan IPM Kalbar hingga menembus angka 75. Salah satu langkah yang didorong adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, termasuk program kesetaraan seperti Paket C dan kolaborasi dengan sektor swasta.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Gandeng The Asia Foundation Tingkatkan IPM Kalbar
Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti bauksit dan kelapa sawit, Ketapang dinilai memiliki peluang besar menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Selain penguatan SDM, pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus utama, khususnya ruas jalan strategis Pesaguan–Kendawangan yang ditargetkan rampung pada 2027.
Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyatakan optimisme terhadap capaian pembangunan daerah. Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi Ketapang saat ini mencapai 6,75 persen, termasuk yang tertinggi di Kalimantan Barat.
“Dengan wilayah yang luas dan tantangan di sektor pendidikan, kami tetap optimis. Melalui program yang tepat sasaran, Ketapang mampu meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Melalui forum Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen merumuskan program pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.*
