Diduga Online Scamming, 31 WNA Malaysia dan Taiwan Diamankan di Pontianak

Konferensi pers Imigrasi Pontianak terkait penindakan 31 WNA yang diduga terlibat online scamming.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sebanyak 31 Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia dan Taiwan diamankan petugas gabungan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak dan Polresta Pontianak dari Hotel Surya di Jalan Sidas, Kecamatan Pontianak Kota.

Puluhan WNA tersebut diduga menjalankan praktik penipuan daring atau online scamming dari sejumlah kamar hotel. Mereka diketahui menempati 14 kamar di lantai tiga Hotel Surya.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen Polresta Pontianak mengenai aktivitas mencurigakan para WNA. Petugas gabungan kemudian melakukan pemeriksaan di hotel pada Selasa (8/9/2026).

Baca Juga : Polri Tangani 167 Kasus Karhutla, 112 Orang Jadi Tersangka

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak Sam Fernando membenarkan penindakan terhadap 31 WNA tersebut saat konferensi pers di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak, Kamis (10/9/2026).

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah perangkat komunikasi dan elektronik yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas penipuan terhadap korban di luar negeri.

Barang yang diamankan meliputi telepon seluler, tablet, laptop, router, perangkat internet Starlink, serta handy talkie (HT).

Petugas juga menemukan puluhan paspor dan seragam Polis Diraja Malaysia (PDRM). Namun, fungsi dan penggunaan seragam tersebut masih didalami.

Hasil pemeriksaan menunjukkan para WNA tersebut masuk ke Indonesia melalui beberapa jalur, yakni Bandara Supadio Pontianak, PLBN Entikong, dan Jakarta.

Mereka diketahui berada di Pontianak dengan masa tinggal yang bervariasi, mulai sekitar tiga minggu hingga dua bulan.

Selain mendalami dugaan online scamming, petugas Imigrasi menemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan keimigrasian.

Baca Juga : Luas Karhutla Tembus 202 Ribu Hektare, 20 Subjek Hukum Disanksi

Dari hasil pemeriksaan, tiga WNA asal Malaysia terbukti telah melebihi batas waktu izin tinggal atau overstay.

Sementara itu, seluruh WNA dalam kelompok tersebut diduga menyalahgunakan izin tinggal karena melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian visa.

Atas pelanggaran tersebut, mereka dijerat Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.

Sam Fernando mengatakan penindakan terhadap 31 WNA tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip selective policy. Menurutnya, Indonesia menerima warga asing yang memberikan manfaat bagi negara dan tetap mematuhi ketentuan hukum.

Sementara itu, dugaan keterlibatan para WNA dalam praktik online scamming masih didalami bersama kepolisian.

Hasil penyelidikan akan menjadi dasar bagi Imigrasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan deportasi atau proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.*

Sidak RSUD Soedarso, Ria Norsan Soroti Antrean Dokter Spesialis

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalbar Ria Norsan melakukan sidak pelayanan dan meninjau kondisi pasien di RSUD Soedarso Pontianak.

Gubernur Bengkulu Kunjungi Kalbar, Apresiasi Program GMD dan Jajaki Kerja Sama

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan,...

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut kunjungan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak.

Pemprov Kalbar Digitalisasi Retribusi untuk Dongkrak PAD

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Rapat Koordinasi Pendapatan Retribusi Daerah Tahun 2026 di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Kalbar.

Gubernur Ria Norsan Ajak Masyarakat Perbanyak Kebaikan dan Bermanfaat bagi Sesama

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengikuti ibadah Sajadah Fajar di Masjid Al-Hikmah Pontianak.

Kabar Baik! Pemutihan Pajak Kendaraan Kalbar Diperpanjang, Ada Diskon hingga 50 Persen

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Pemprov Kalbar) memperpanjang program pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga 19 Desember 2026.

Pemprov Kalbar Optimalkan DBH Pajak dan Cukai Tembakau 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Pj Sekda Kalbar Hendra membuka Rapat Koordinasi Dana Perimbangan untuk optimalisasi DBH Pajak dan Cukai Hasil Tembakau 2026 di Kantor Gubernur Kalbar.

berita terkini