Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen di Tengah Tekanan Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Di tengah perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan hanya tumbuh sekitar 3 persen, Indonesia justru mencatat kinerja positif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen secara year-on-year (yoy).

Menurutnya, capaian tersebut cukup kuat di tengah proyeksi lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), World Bank, dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang memperkirakan ekonomi dunia 2026 melambat di kisaran 2,9–3,1 persen. Bahkan perdagangan global diprediksi hanya tumbuh 2,4 persen.

“Di tengah berbagai tantangan global tersebut, ekonomi kita tetap tangguh dengan pertumbuhan 5,11 persen,” ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 4,98 persen, didorong stabilitas harga dan meningkatnya mobilitas masyarakat saat momentum Natal dan Tahun Baru kuartal IV-2025. Investasi juga tumbuh solid 5,09 persen, sementara belanja modal pemerintah melonjak signifikan hingga 44,2 persen.

Baca Juga : Menkeu Dorong Kebangkitan Galangan Kapal Nasional, 2.491 Kapal Siap Diremajakan

Dari sektor eksternal, ekspor mencatat pertumbuhan 7,03 persen. Sektor pariwisata ikut berkontribusi, dengan kunjungan wisatawan mancanegara naik 10 persen sepanjang 2025 dan pergerakan wisatawan Nusantara tumbuh 17,55 persen. Dampaknya terasa pada sektor transportasi, akomodasi, serta makanan dan minuman yang tumbuh di atas 7 persen.

Pertumbuhan ini juga dibarengi perbaikan indikator sosial. Tingkat kemiskinan turun menjadi 8,25 persen, pengangguran terbuka menurun ke 4,74 persen, serta tercipta tambahan 2,71 juta lapangan kerja. Rasio gini pun membaik ke level 0,36, menunjukkan pemerataan yang lebih baik.

Ke depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan 2026 di kisaran 5,4–5,6 persen. Fokus diarahkan pada penguatan kedaulatan pangan, energi, dan transformasi digital, termasuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan 3 juta rumah.

Pemerintah juga akan mengoptimalkan pembiayaan non-APBN melalui Danantara Indonesia guna mempercepat produktivitas nasional dan memperkokoh fondasi ekonomi jangka panjang.*

 

Sumber :

Ekon.go.id

Menkeu Dorong Kebangkitan Galangan Kapal Nasional, 2.491 Kapal Siap Diremajakan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya...

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri FGD KADIN membahas penguatan industri galangan kapal nasional di Jakarta.

OJK Terbitkan Aturan Baru ITSK dan Aset Digital, Industri Wajib Bersiap

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK dan Emiten Sepakati Free Float 15 Persen, Perkuat Integritas Pasar Modal

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi bersama Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono usai pertemuan di Gedung BEI Jakarta

OJK Perkuat BPD Lewat Skema KUB, Genjot Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)...

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat pertemuan strategis bersama pimpinan BPD se-Indonesia di Jakarta.

Neraca Perdagangan Indonesia 2025 Surplus US$41,05 Miliar, Nonmigas Dominan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS)...

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan paparan kinerja neraca perdagangan Indonesia tahun 2025.

Menkeu Optimistis IHSG Segera Menguat, Investor Diminta Tetap Tenang

BERIKABARNEWS l BOGOR – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis pemulihan IHSG.

berita terkini