Menkeu Dorong Kebangkitan Galangan Kapal Nasional, 2.491 Kapal Siap Diremajakan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri FGD KADIN membahas penguatan industri galangan kapal nasional di Jakarta.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat industri perkapalan dan galangan kapal nasional. Sektor ini dinilai sebagai penopang vital pertumbuhan ekonomi sekaligus pilar manufaktur dalam negeri yang selama ini belum tergarap maksimal.

Penegasan tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum itu, Purbaya mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi industri galangan kapal dalam negeri yang dinilai stagnan. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman di bidang perkapalan. Menurutnya, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan karena minimnya pesanan bagi industri lokal.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah kebijakan yang masih membuka ruang impor kapal bekas. Kondisi ini membuat permintaan terhadap kapal produksi dalam negeri menjadi terbatas, meski Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kebutuhan armada yang besar.

Potensi Peremajaan 2.491 Kapal

Di sisi lain, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan anggaran melalui APBN untuk mendukung pengadaan dan peremajaan kapal. Berdasarkan arahan Presiden, terdapat sekitar 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun yang perlu segera diremajakan.

Kebutuhan tersebut menjadi peluang besar bagi galangan kapal nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menyerap tenaga kerja.

Baca Juga : OJK Terbitkan Aturan Baru ITSK dan Aset Digital, Industri Wajib Bersiap

Menkeu menekankan pentingnya realisasi belanja pemerintah sejak awal tahun guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia berharap pengadaan kapal negara dapat diprioritaskan kepada industri dalam negeri agar kapasitas galangan yang selama ini belum terpakai optimal bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Sebagai langkah konkret, Purbaya mendorong KADIN bersama kementerian terkait dan pelaku usaha untuk segera menyusun peta jalan penguatan industri galangan kapal.

Roadmap tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem industri perkapalan dari hulu hingga hilir serta meningkatkan daya saing nasional di tingkat global.

Dengan kebijakan yang lebih berpihak pada produksi dalam negeri, pemerintah optimistis industri galangan kapal Indonesia dapat bangkit dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat. *

 

Sumber :

InfoPublik.id

Menkeu Purbaya: Tak Ada Kenaikan Pajak hingga Ekonomi Tumbuh 6 Persen

BERIKABARNEWS l BANDUNG – Pemerintah memastikan belum akan...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pernyataan tidak ada kenaikan pajak hingga ekonomi tumbuh 6 persen.

Menkeu Purbaya Temui Investor AS, Yakinkan Ekonomi RI Tetap Solid

BERIKABARNEWS l NEW YORK – Menteri Keuangan, Purbaya...

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu investor di Amerika Serikat membahas ekonomi Indonesia.

Menkeu Kritik Proyeksi Bank Dunia, Sebut Ekonomi RI Masih Kuat

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi...

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan pernyataan terkait proyeksi ekonomi Indonesia.

QRIS Indonesia–Korea Selatan Resmi Terhubung, Transaksi Kini Lebih Mudah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kabar baik bagi traveler...

Ilustrasi pembayaran digital menggunakan QRIS melalui smartphone.

Rupiah Dekati Rp17.000 per Dolar, Ekonom: Bukan Karena Ekonomi RI Melemah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah...

Ilustrasi - nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mendekati Rp17.000 di tengah gejolak pasar keuangan global.

Menkeu: Fondasi Ekonomi Kuat Jadi Kunci Stabilitas Rupiah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi...

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan mengenai stabilitas nilai tukar rupiah.

berita terkini