BERIKABARNEWS l – Google dilaporkan tengah menyiapkan lompatan baru di industri kecerdasan buatan (AI) melalui pengembangan chip server generasi terbaru bernama Frozen v2. Chip ini dirancang dengan mengintegrasikan sebagian elemen model AI Gemini langsung ke dalam perangkat keras (hardware), sebuah pendekatan yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus memperkuat daya saing Google di era AI.
Pengembangan Frozen v2 menjadi bagian dari strategi jangka panjang Google untuk memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi AI global. Selain meningkatkan performa, teknologi baru ini juga ditujukan untuk mengurangi konsumsi energi di pusat data (data center) yang menjadi tulang punggung layanan Google Cloud.
Berdasarkan laporan The Information, Frozen v2 dikembangkan dengan pendekatan yang menggabungkan desain perangkat keras dan perangkat lunak sejak tahap awal. Dengan cara tersebut, arsitektur chip dapat dioptimalkan secara khusus untuk menjalankan model AI Gemini.
Juru bicara Google Cloud mengatakan perusahaan terus melakukan riset dan eksperimen guna menghadirkan inovasi pada infrastruktur AI.
Menurutnya, pengembangan hardware dan software secara bersamaan memungkinkan sistem bekerja lebih efisien dan menghasilkan performa komputasi yang lebih optimal.
Baca Juga : Bermodal PC Bekas Rp2 Juta, Ibrahim Al Abrar Raih Apresiasi NASA Berkat Temuan Celah Keamanan
Frozen v2 diproyeksikan mampu menghadirkan efisiensi enam hingga sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan chip AI kustom Google yang digunakan saat ini.
Peningkatan tersebut diukur dari jumlah token AI yang dapat diproses untuk setiap satuan daya listrik. Jika target tersebut tercapai, Frozen v2 berpotensi mengurangi kebutuhan energi sekaligus meningkatkan kapasitas pemrosesan AI di data center Google.
Google mengembangkan Frozen v2 sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan komputasi AI yang terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan tersebut menyebutkan keterbatasan kapasitas server sempat memengaruhi kemampuan Google Cloud dalam memenuhi permintaan komputasi dari sejumlah pelanggan.
Kehadiran Frozen v2 diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kapasitas infrastruktur sekaligus menjaga kualitas layanan AI.
Baca Juga : Apple Gugat OpenAI, Dugaan Penyalahgunaan Rahasia Dagang Jadi Sorotan
Meski pengembangannya terus berlangsung, Frozen v2 belum akan digunakan dalam waktu dekat. Google menargetkan chip tersebut mulai dioperasikan paling cepat pada 2028.
Saat ini, tim insinyur masih menyelesaikan desain akhir, termasuk menentukan bagian model Gemini yang akan diintegrasikan secara permanen ke dalam chip.
Google menegaskan Frozen v2 tidak akan menggantikan Tensor Processing Unit (TPU) yang selama ini menjadi andalan perusahaan dalam menjalankan beban kerja AI.
Sebaliknya, Frozen v2 akan melengkapi lini TPU sehingga keduanya dapat bekerja berdampingan untuk menangani kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks.
Kabar pengembangan chip tersebut mendapat respons positif dari pasar. Saham Alphabet, perusahaan induk Google, dilaporkan menguat setelah informasi mengenai proyek Frozen v2 mencuat.
Langkah ini memperlihatkan komitmen Google untuk terus memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan melalui inovasi pada perangkat keras dan pengembangan model AI Gemini.*
Sumber :
Reuters
