BERIKABARNEWS l HAT YAI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera, Indonesia, mulai memengaruhi kualitas udara di Thailand Selatan.
Hingga Selasa (15/9/2026), konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah meningkat. Di Distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, kadar PM2.5 per jam mencapai 74 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 12.00 waktu setempat atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Data Pusat Penelitian Polusi Udara dan Dampak Kesehatan Universitas Prince of Songkla menunjukkan rata-rata PM2.5 selama 24 jam mencapai 55 µg/m³ dan berada pada kategori berdampak buruk bagi kesehatan.
Baca Juga : USS Abraham Lincoln Tinggalkan Pattaya Usai Lima Hari Bersandar
Sebaran asap tersebut sesuai proyeksi Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) yang menunjukkan kabut asap dari karhutla Indonesia mencapai Thailand Selatan.
Asap dari titik panas di Sumatera bagian selatan terbawa angin barat daya menuju Thailand. Kondisi ini diperparah rendahnya sirkulasi udara pada periode 14–23 September 2026 sehingga polutan lebih mudah terperangkap di atmosfer.
Sembilan provinsi di Thailand Selatan kini mendapat pemantauan ketat akibat peningkatan PM2.5. Wilayah tersebut meliputi Songkhla, Yala, Pattani, Narathiwat, Satun, Phatthalung, Phuket, Trang, dan Nakhon Si Thammarat.
Baca Juga : Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan
Kualitas udara diperkirakan mulai membaik pada Rabu (16/9/2026) setelah angin bergeser ke arah barat dan hujan turun. Namun, pembersihan polutan diperkirakan berlangsung bertahap karena sirkulasi udara masih terbatas.
Pemerintah Thailand mengimbau masyarakat membatasi olahraga dan aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar disarankan menggunakan masker N95 atau respirator penyaring PM2.5.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis yang berkaitan dengan pernapasan, jantung, kulit, dan mata diminta lebih waspada.
Masyarakat juga dianjurkan segera mencari pertolongan medis jika mengalami batuk parah, sesak napas, nyeri dada, ruam kulit, atau iritasi mata.*
