BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengusulkan agar rumah warga yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat dibangun kembali melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Usulan itu disampaikan Ria Norsan saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Akselerasi Percepatan Pembangunan Perumahan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait secara daring dari DAR Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026).
Ria Norsan berharap program tersebut dapat membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat karhutla sehingga bisa kembali memiliki rumah yang layak.
Dalam rakor tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait membahas evaluasi serta sejumlah kendala dalam distribusi material pembangunan perumahan.
Ia juga menyoroti capaian program perumahan di Kalimantan Barat yang mengalami peningkatan signifikan dan menjadi yang tertinggi secara nasional.
Baca Juga : Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Karhutla untuk 4 Kabupaten
Target pembangunan rumah di Kalbar meningkat dari 3.096 unit pada tahun sebelumnya menjadi 17.950 unit pada 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 480 persen.
Berdasarkan data satuan kerja, sebanyak 8.825 unit rumah telah menyelesaikan proses pencairan dana. Sementara secara nasional, progres fisik pembangunan yang telah mencapai 100 persen tercatat sebanyak 1.408 unit atau sekitar 7,84 persen.
Maruarar mengatakan proses pembangunan perumahan di Kalbar menghadapi kendala operasional akibat karhutla yang berlangsung lebih dari dua bulan.
Kemarau menyebabkan sejumlah jalur sungai menjadi dangkal. Di sisi lain, kondisi asap yang pekat turut menghambat distribusi logistik dan material bangunan.
Kondisi tersebut membuat pengiriman material harus dialihkan melalui jalur darat. Perubahan jalur distribusi ini berdampak pada tambahan waktu dan biaya.
Meski menghadapi berbagai kendala, Maruarar mengapresiasi komitmen Pemprov Kalbar bersama jajaran balai dan satuan kerja untuk menyelesaikan program perumahan sesuai target.
Baca Juga : Gunung Palung dan Bukit Peramas Jadi Fokus Pemadaman Karhutla
Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan menyampaikan kondisi karhutla di Kalbar mulai membaik. Jumlah titik api juga disebut menunjukkan tren penurunan.
Namun, warga yang rumahnya terbakar masih membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi pascabencana. Karena itu, Ria Norsan berharap Kementerian PKP dapat mengalokasikan bantuan perumahan khusus melalui program BSPS.
“Jika memungkinkan, saya berharap rumah-rumah warga yang terdampak dan terbakar akibat karhutla dapat dibantu melalui program BSPS, sehingga masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” kata Ria Norsan.
Selain mengusulkan bantuan perumahan, Pemprov Kalbar juga memberikan dukungan terhadap program perumahan nasional melalui sejumlah kebijakan daerah.
Pemprov Kalbar menerbitkan kebijakan berupa penggratisan biaya balik nama serta pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat maupun pengembang sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap pembangunan perumahan sekaligus upaya pemulihan masyarakat setelah terdampak bencana.*
