BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) Krisantus Kurniawan meresmikan Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah, Keuskupan Sintang, di Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (18/9/2026).
Peresmian tersebut dirangkaikan dengan Pemberkatan Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah yang dihadiri Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap., Pastor Paroki, Bupati Kapuas Hulu, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan umat Katolik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemercikan air suci oleh Uskup Sintang. Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Wagub Krisantus Kurniawan.
Pastoran tersebut dibangun sebagai pusat pelayanan pastoral sekaligus tempat tinggal bagi para imam yang menjalankan tugas pelayanan di Paroki Santo Filipus Mentebah.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Usulkan Rumah Terbakar Karhutla Dibangun Lewat BSPS
Mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Krisantus menyampaikan ucapan selamat dan proficiat atas berdirinya fasilitas pelayanan keagamaan tersebut.
Ia mengatakan gereja memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat yang berintegritas. Menurutnya, keberadaan rumah ibadah dan fasilitas keagamaan turut mendukung pembangunan manusia di Kalimantan Barat.
“Kalbar ini miniatur Indonesia. Toleransi kita sangat kuat. Pemerintah hadir untuk semua agama. Pembangunan rumah ibadah dan fasilitas pelayanan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari upaya kita membangun manusia Kalbar yang beriman dan berakhlak mulia,” kata Krisantus.
Ia menegaskan pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan material. Penguatan nilai spiritual dan moral, khususnya bagi generasi muda, juga menjadi bagian penting dalam pembangunan.
Baca Juga : Erlina Ria Norsan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kubu Raya
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga menitipkan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Pesan itu disampaikan karena ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Krisantus meminta para pastor dan pemuka agama ikut membantu pemerintah menyampaikan edukasi tentang bahaya karhutla kepada masyarakat. Pesan tersebut, menurutnya, dapat disampaikan melalui khotbah maupun kegiatan kemasyarakatan.
Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga hutan sebagai titipan Tuhan untuk generasi mendatang dan tidak melakukan pembakaran secara liar.
Para pastor juga diminta menyisipkan pesan pencegahan karhutla dalam khotbah di gereja sehingga edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan dapat lebih mudah dipahami umat.
Selain pencegahan, Krisantus mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api. Laporan dapat disampaikan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, maupun petugas terdekat.
Peresmian dan pemberkatan Pastoran Paroki Santo Filipus Mentebah kemudian ditutup dengan Misa Syukur yang dipimpin Uskup Sintang.
Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama antara jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan masyarakat setempat.*
