Harga ICP Desember 2025 Turun ke 61,1 Dolar AS

Ilustrasi - harga minyak mentah Indonesia (ICP) Desember 2025 menurun. (pexels.com/@anoop1992)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel. Angka ini turun 1,73 dolar AS dibandingkan ICP November 2025 yang tercatat 62,83 dolar AS per barel.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026. Penurunan harga ini dipicu oleh tekanan pasar global akibat kelebihan pasokan minyak dan melemahnya proyeksi permintaan dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan ICP dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap fenomena super glut atau kelebihan pasokan minyak mentah dunia.

“Penurunan ICP Desember 2025 disebabkan kekhawatiran pasar terhadap oversupply minyak global, terutama akibat tingginya produksi Amerika Serikat,” ujar Laode dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Selain AS, peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ turut menekan harga. Produksi OPEC+ pada November 2025 tercatat naik menjadi 43,1 juta barel per hari (bph). Sementara itu, proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ juga direvisi naik menjadi 0,95 juta bph.

Tekanan harga semakin besar setelah proyeksi permintaan minyak dunia direvisi turun. Data S&P Global menunjukkan pertumbuhan permintaan minyak 2025 dipangkas 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph.

Laporan Badan Energi Internasional (IEA) juga memperkuat sentimen negatif pasar. IEA memproyeksikan surplus minyak global pada 2026 mencapai 3,7 hingga 4 juta bph, melebihi tingkat penumpukan stok saat pandemi Covid-19.

Dari sisi geopolitik, meredanya ketegangan Rusia–Ukraina turut melemahkan harga minyak. Pasar merespons positif wacana pembatalan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Di saat bersamaan, Rusia menargetkan peningkatan produksi minyak menjadi 10,36 juta bph pada 2025, dan kembali naik ke 10,54 juta bph pada 2026.

Baca Juga : Aceh Tengah Terisolasi, 24 Desa Belum Pulih Pascabanjir dan Longsor

Konsumsi Asia Pasifik Melambat

Di kawasan Asia Pasifik, tekanan harga dipicu oleh melambatnya aktivitas industri di China. Data menunjukkan crude throughput China pada November 2025 turun 0,9 persen secara bulanan menjadi 14,86 juta bph, terendah dalam enam bulan terakhir.

Kondisi ini menandakan melemahnya penyerapan minyak mentah di salah satu konsumen energi terbesar dunia.

Secara keseluruhan, penurunan ICP Desember 2025 dipengaruhi kombinasi melimpahnya pasokan global, revisi turun permintaan minyak dunia, serta meredanya risiko geopolitik. Situasi oversupply ini diperkirakan masih akan menjadi tantangan bagi stabilitas harga energi global dalam satu hingga dua tahun ke depan. *

 

Sumber :

InfoPublik.id

FlyJaya Buka Rute Langsung Jakarta-Ketapang Mulai 4 November

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Maskapai penerbangan FlyJaya kembali...

Pesawat FlyJaya yang melayani kembali penerbangan langsung rute Jakarta-Ketapang mulai 4 November 2026. (Foto: instagram.com/flyjaya)

Isu Penghapusan BPJS Kesehatan Hoaks, Program JKN Tetap Berjalan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – BPJS Kesehatan membantah kabar...

BPJS Kesehatan menegaskan isu penghapusan Program JKN yang beredar di media sosial tidak benar dan layanan tetap berjalan. (Foto: BPJS Kesehatan)

Mentan Amran Kecam Pengoplosan Beras SPHP, 600 Ton Terindikasi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi...

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi dugaan pengoplosan beras SPHP di Toko Beras Kayumanis, Jakarta Timur. (Dok. Kementan)

Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal Emas di Lima Bandara Indonesia

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Bea Cukai menggagalkan sejumlah...

Petugas Bea Cukai mengamankan barang bukti emas dalam pengungkapan dugaan penyelundupan di lima bandara internasional Indonesia. (Dok. Bea Cukai)

BMKG Pastikan Siklon Tropis ARNAB Tak Berdampak Signifikan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan...

BMKG memastikan Siklon Tropis ARNAB di Teluk Benggala bergerak menjauhi Indonesia dan tidak berdampak signifikan terhadap cuaca nasional. (Foto: BMKG)

Kemendagri Kucurkan Rp480 Miliar untuk Karhutla, Kalbar Terima Rp40 Miliar

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)...

Kemendagri mengucurkan tambahan dana Rp40 miliar untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat, masing-masing Rp10 miliar untuk Kabupaten Mempawah, Landak, Sekadau, dan Sanggau.

berita terkini