BERIKABARNEWS l – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola internasional. Pemerintah Iran memberi sinyal bahwa negaranya kemungkinan besar tidak akan berpartisipasi di FIFA World Cup 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sinyal tersebut disampaikan Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada Rabu (11/3/2026). Pernyataan ini menjadi indikasi awal kemungkinan mundurnya salah satu peserta dari turnamen sepak bola terbesar di dunia itu sebelum kick-off pada Juni 2026.
Jika benar terjadi, FIFA harus segera menentukan langkah untuk mengisi slot yang ditinggalkan Iran.
Menurut Ahmad Donyamali, peluang Iran tampil di Piala Dunia semakin kecil akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Serangan udara yang terjadi pada akhir Februari lalu memicu ketegangan regional yang hingga kini belum mereda.
Situasi tersebut membuat partisipasi Iran di turnamen yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat dinilai sangat sulit secara politik.
Padahal, beberapa jam sebelum pernyataan Donyamali muncul, Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat menyampaikan optimisme bahwa Iran tetap dapat bertanding. Ia bahkan menyebut Iran “disambut baik untuk berkompetisi di Amerika Serikat.”
Jika Iran benar-benar mundur, FIFA memiliki kewenangan penuh menentukan tim pengganti. Hal ini diatur dalam regulasi resmi turnamen.
Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, menjelaskan bahwa tidak ada preseden modern terkait mundurnya tim dari putaran final Piala Dunia.
“FIFA memiliki diskresi penuh. Artinya, tim yang mundur tidak harus digantikan oleh tim dari konfederasi yang sama, atau bahkan bisa saja tidak diganti sama sekali,” ujarnya.
Meski demikian, secara logika olahraga dan politik, peluang terbesar adalah mengganti Iran dengan tim dari konfederasi Asia, yaitu Asian Football Confederation (AFC).
Baca Juga : Rodri Didenda Rp1,6 Miliar Usai Kritik Wasit
Sejumlah negara mulai disebut sebagai kandidat pengganti. Dua di antaranya adalah Irak dan Uni Emirat Arab.
Irak saat ini tengah bersiap menghadapi babak playoff antarkonfederasi yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko. Sementara itu, Uni Emirat Arab sebelumnya kalah dari Irak dalam babak eliminasi pada November lalu.
Namun situasi di lapangan tidak sederhana. Konflik di Timur Tengah menyebabkan pembatasan perjalanan yang berpotensi menghambat persiapan tim Irak menuju Meksiko.
Pelatih Irak, Graham Arnold, bahkan mengusulkan agar FIFA menunda jadwal playoff hingga mendekati waktu putaran final. Menurutnya, langkah ini akan memberikan keadilan bagi tim Irak sekaligus memberi waktu bagi FIFA menunggu kepastian status Iran.
Hingga kini, FIFA dan Asian Football Confederation masih memantau perkembangan situasi secara hati-hati.
Dengan babak playoff terakhir baru akan selesai pada akhir Maret, keputusan final mengenai status Iran di Piala Dunia 2026 diperkirakan baru akan diumumkan pada awal April mendatang.*
Sumber :
Reuters
