Zelenskyy Ungkap Trump Setujui Produksi Rudal Patriot di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkap persetujuan Trump terkait produksi rudal Patriot di Ukraina. (foto: x.com/ZelenskyyUa)

BERIKABARNEWS l KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui pemberian lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi rudal sistem pertahanan udara Patriot secara mandiri.

Keputusan tersebut disampaikan Trump dalam pertemuan terakhir dengan Zelenskyy. Sebelumnya, sikap Washington terkait bantuan dan produksi sistem persenjataan untuk Ukraina sempat mengalami perubahan.

Zelenskyy menyampaikan informasi itu melalui rekaman suara kepada awak media setelah menyelesaikan kunjungannya ke Amerika Serikat, Jumat (25/9/2026).

“Pada pertemuan terakhir kami, Presiden Trump menekankan kepada saya bahwa ia telah mengambil keputusan final. Ukraina akan menerima lisensi untuk produksi rudal Patriot,” ujar Zelenskyy.

Baca Juga : Iran Ancam Perluas Front Perang, Samudra Hindia Jadi Sasaran Berikutnya

Bagi Ukraina, izin produksi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara. Sistem Patriot selama ini disebut menjadi salah satu sistem yang terbukti mampu menghadapi serangan rudal balistik Rusia.

Trump sebelumnya sempat menyatakan pemberian izin produksi sebagai langkah yang baik pada Juli. Namun, tidak lama kemudian, ia meminta agar Amerika Serikat berhati-hati dalam mengambil keputusan tersebut.

Di sisi lain, Ukraina masih menghadapi keterbatasan rudal pencegat atau interceptor Patriot. Kondisi itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat perang dengan Iran pada Februari lalu yang berdampak terhadap pengalihan pasokan sistem pertahanan udara.

Meski lisensi telah disetujui, Ukraina belum bisa langsung memproduksi rudal Patriot dalam jumlah besar. Pembangunan fasilitas industri dan peningkatan kapasitas manufaktur diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

Artinya, produksi rudal Patriot di dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan mendesak Ukraina dalam waktu dekat, termasuk untuk menghadapi ancaman serangan selama musim dingin.

Zelenskyy sebelumnya menyebut Ukraina membutuhkan sedikitnya 5 persen dari total stok rudal pencegat Patriot milik Amerika Serikat untuk menghadapi musim dingin. Kebutuhan itu disebut mencapai 10 persen jika Ukraina ingin melumpuhkan seluruh proyeksi rudal balistik Rusia.

Baca Juga : Riyadh Diserang Rudal Houthi, AS Keluarkan Peringatan Eskalasi

Di tengah upaya Ukraina memperkuat pertahanan udara, serangan Rusia menggunakan drone terus berlangsung. Salah satu varian baru yang digunakan disebut menggunakan mesin jet dan dinilai mampu menembus sistem pencegat Ukraina.

Serangan yang sebelumnya lebih banyak dilakukan pada malam hari kini juga terjadi pada siang hari.

Pada Jumat pagi, ketika warga Kyiv mulai beraktivitas menuju tempat kerja, sebuah drone menghantam gedung hunian bertingkat di ibu kota Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan unit apartemen di lantai sembilan dan sepuluh terbakar.

Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Zelenskyy mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai “serangan brutal dan menjijikkan yang sama sekali tidak memiliki logika militer.”

Mykyta Sysoyev (23), salah seorang penghuni gedung yang terdampak, mengungkapkan pengalaman saat serangan terjadi.

Spesialis IT tersebut mengatakan dirinya terbangun setelah mendengar dentuman keras. Ia baru mengetahui apartemennya terkena drone setelah membaca pemberitaan secara online.

“Di satu sisi saya mulai terbiasa, tetapi di sisi lain, orang-orang terus menjadi korban. Ini adalah pertempuran dan perlombaan teknologi. Sayangnya, warga sipil yang harus menderita sewaktu kita berupaya mencari jalan keluar,” tutur Mykyta.

Selain Kyiv, serangan udara Rusia juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Ukraina. Otoritas setempat menyebut satu orang tewas dalam serangkaian serangan yang menghantam sebuah fasilitas layanan pos di wilayah Odesa.*

Iran Ancam Perluas Front Perang, Samudra Hindia Jadi Sasaran Berikutnya

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Iran mengancam memperluas front...

Yahya Rahim Safavi, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang mengancam perluasan konflik hingga Samudra Hindia. (Foto: x.com/REDSOCIALCODI)

Riyadh Diserang Rudal Houthi, AS Keluarkan Peringatan Eskalasi

BERIKABARNEWS l RIYADH – Amerika Serikat mengeluarkan peringatan...

Kepulan asap terlihat setelah serangan rudal dan drone menyasar wilayah Riyadh, Arab Saudi. (Foto: x.com/theinformant_x)

Bom Mobil Meledak di Masjid Pakistan, 21 Tewas dan 80 Luka

BERIKABARNEWS l KOHAT – Sedikitnya 21 orang tewas...

Ledakan bom mobil di masjid dekat kompleks markas kepolisian di Distrik Kohat, Pakistan, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai 80 lainnya. (Foto: x.com/War_crazy44)

Bencana Nepal-Cina: 1446 Orang Tewas, 6669 Masih Hilang

BERIKABARNEWS l KATMANDU – Bencana banjir bandang dan...

Tim SAR mencari korban bencana banjir bandang dan runtuhnya gunung es di perbatasan Nepal-Cina. (Foto: x.com/Scary_peeps)

Asap Karhutla Indonesia Tembus Thailand Selatan

BERIKABARNEWS l HAT YAI – Kabut asap akibat...

Kabut asap karhutla Sumatera berdampak pada kualitas udara di Thailand Selatan. (Foto: facebook.com/SouthHazeWatch)

Militer Israel Hancurkan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan

BERIKABARNEWS l – Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan...

Militer Israel menghancurkan markas bawah tanah Hizbullah di Lebanon Selatan. (Foto: x.com/Barong369)

berita terkini