BERIKABARNEWS l PATTAYA – Kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, meninggalkan Pattaya, Thailand, pada Minggu (6/9/2026) setelah lima hari bersandar di Pelabuhan Laem Chabang.
Kapal induk tersebut membawa sekitar 5.000 prajurit yang sebelumnya menjalani pelayaran selama sembilan bulan di kawasan Timur Tengah. USS Abraham Lincoln tiba di kawasan utara Pattaya sejak Rabu untuk memberikan waktu istirahat dan rekreasi bagi para awak.
Persinggahan USS Abraham Lincoln memberikan dampak bagi sektor pariwisata Pattaya yang tengah memasuki musim sepi atau low season.
Baca Juga : Iran Siap Patuhi Kesepakatan Jeda Konflik, Asalkan AS Penuhi Komitmen
Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches memperkirakan para prajurit menghabiskan hingga 100 juta baht atau sekitar 3 juta dolar AS selama berada di kota tersebut.
Pengeluaran itu mencakup aktivitas wisata, belanja, hingga pembelian suvenir. Selain itu, Pattaya juga mendapat manfaat dari pemenuhan kebutuhan logistik dan keperluan harian kapal yang nilainya mencapai jutaan baht.
Penyedia lokal memasok berbagai kebutuhan dasar, mulai dari sabun, pembersih badan, deodoran, pasta gigi, perlengkapan sanitasi, hingga kebutuhan pendukung operasional awak kapal.
Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya muncul laporan mengenai kelangkaan perlengkapan mandi dasar yang dialami prajurit selama bertugas di laut.
Kunjungan USS Abraham Lincoln ke Pattaya berlangsung di tengah sorotan publik Amerika Serikat terhadap kondisi kehidupan awak kapal.
Baca Juga : AS Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan Iran, Tekanan Ekonomi Diperketat
Sejumlah anggota DPR AS dari Partai Demokrat sebelumnya mendesak penyelidikan atas laporan kekurangan bahan makanan, kerusakan sistem saluran air, hingga persoalan kesehatan mental di atas kapal.
Presiden AS Donald Trump sempat menepis kritik tersebut. Sementara itu, operasional USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah kini telah digantikan oleh kapal induk USS George Washington.
Dari sisi keamanan, Kepala Kepolisian Pattaya Anek Srathongyoo memastikan masa persinggahan kapal berlangsung aman dan kondusif.
Pengamanan di kawasan hiburan malam Walking Street diperketat selama kunjungan. Namun, polisi tidak mencatat insiden besar. Perselisihan kecil antarsesama pelaut AS akibat pengaruh alkohol terjadi pada hari pertama kedatangan.*
