BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, RT 005/RW 003, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, masih terus dilakukan tim gabungan lintas instansi.
Memasuki hari ke-14 penanganan pada Kamis (3/9/2026), petugas meningkatkan pemadaman, pendinginan, dan penyisiran di sejumlah area untuk mencegah api kembali membesar.
Karhutla yang penyebab utamanya belum diketahui itu diperkirakan telah membakar sekitar 32,5 hektare lahan gambut. Area terdampak meliputi perkebunan sawit, karet, nanas, dan rambutan, serta semak belukar dan ilalang yang mengering.
Baca Juga : Karhutla Kubu Raya, Ria Norsan Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
Sejumlah titik api utama telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan kepulan asap dan titik api kecil di beberapa lokasi.
Kondisi lahan gambut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh. Bara yang berada di bawah permukaan tanah berpotensi kembali memicu kebakaran jika tidak ditangani hingga tuntas.
Selain kondisi medan, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala bagi petugas. Parit atau kanal terdekat berada sekitar 250 hingga 500 meter dari lokasi kebakaran.
Untuk menjangkau titik-titik api, petugas menggunakan mesin pompa air yang disambungkan dengan selang panjang. Upaya tersebut juga didukung tiga unit mobil tangki air (water tank) milik TNI.
Baca Juga : Lahan Gambut 22 Hektare Terbakar, Karhutla Singkawang Masuki Hari ke-11
Sebanyak 117 personel gabungan dari berbagai instansi terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Sungai Rasau.
Personel tersebut terdiri atas unsur TNI dan Polri, termasuk Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, BKO Brimob Polda Kalbar, serta TNI.
Selain itu, operasi juga melibatkan Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dari sejumlah kelurahan, dan jajaran Pemerintah Kecamatan Singkawang Utara.
Polres Singkawang bersama seluruh unsur terkait memastikan pemantauan dan pendinginan tetap dilakukan hingga seluruh area dinyatakan aman dari potensi munculnya api susulan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi munculnya titik api baru.*
