Kayong Utara Catat 127 Titik Api, Status Tanggap Darurat Mulai Dikaji

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya memimpin rapat membahas 127 titik api dan penanganan Karhutla di Sukadana. (Foto: Prokopim KKU)

BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Kabupaten Kayong Utara mencatat 127 titik api berdasarkan pemantauan SiPongi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten Kayong Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Jumlah tersebut menempatkan Kayong Utara di posisi ketiga daerah dengan titik api terbanyak di Kalimantan Barat, setelah Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya kemudian menggelar rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengevaluasi perkembangan Karhutla sekaligus mengkaji kemungkinan penetapan status tanggap darurat.

Baca Juga : Karhutla di Teluk Batang, Tim Gabungan Sisir 50 Hektare Lahan

Romi mengatakan penetapan status tanggap darurat harus berdasarkan hasil kajian serta indikator yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Salah satu aspek yang diperhatikan adalah kondisi kualitas udara.

“Kita perlu mengkaji terkait tanggap darurat ini. Kalau variabel yang ditentukan dalam undang-undang, termasuk misalnya kualitas udara dan indikator lainnya sudah terpenuhi berdasarkan hasil kajian bersama ini, maka kita bisa menetapkan status tanggap darurat,” ujar Romi.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat bukan sekadar urusan administratif. Status tersebut harus mampu mempercepat penanganan Karhutla dan memastikan perlindungan bagi masyarakat.

Dengan status yang tepat, pemerintah dapat lebih mudah mengoptimalkan mobilisasi personel, sumber daya, kebutuhan operasional, serta sarana dan prasarana untuk mencegah kebakaran meluas.

Baca Juga : Karhutla Mengintai, Titik Api Terdeteksi di Sukadana

Selain penanganan Karhutla, Romi meminta pemerintah daerah mengantisipasi dampak asap dan kekeringan terhadap masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kesehatan warga dan ketersediaan sumber air. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Romi meminta seluruh OPD mengambil peran sesuai tugas masing-masing agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

“Silakan OPD mengambil peran masing-masing. Kita harus bergerak bersama, baik dalam penanganan karhutla, kekeringan, pelayanan kesehatan, maupun kebutuhan masyarakat,” kata Romi.*

Karhutla Mengintai, Titik Api Terdeteksi di Sukadana

BERIKABARNEWS l SUKADANA – Titik api terdeteksi di...

Polres Kayong Utara dan BPBD memadamkan titik api di Dusun Skip, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana. (Foto: Res KKU)

Kecelakaan Maut di Tayan Hulu, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tangki

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Kecelakaan maut di Tayan...

Kecelakaan truk tangki dan dua sepeda motor di Jalan Raya Sosok–Sanggau, Kecamatan Tayan Hulu, Sanggau. (Foto: Res-Sgu)

Karhutla Gambut di Teluk Bakung Kubu Raya Berhasil Dipadamkan

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan...

Tim gabungan memadamkan karhutla di lahan gambut Teluk Bakung, Kubu Raya.

Medan Berat dan Asap Tebal, Petugas Padamkan Karhutla Rasau Jaya

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Polsek Rasau Jaya...

Petugas gabungan memadamkan karhutla di tengah medan berat dan kepulan asap tebal di Rasau Jaya, Kubu Raya. (Res-KKR)

Karhutla di Kubu Raya Dekati Permukiman, Polisi Perketat Pemadaman

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan...

Polisi memperketat pemadaman karhutla yang berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga di Kubu Raya. (Foto: Res-KKR)

Sumber Air Terbatas, Brimob Tetap Jibaku Padamkan Karhutla di Ketapang

BERIKABARNEWS l KETAPANG – Sebanyak 10 personel BKO...

Personel Brimob melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar di Desa Pelang KM 10, Kabupaten Ketapang. (Res-Ketapang)

berita terkini