BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Klinik Utama Khatulistiwa Pontianak sukses menggelar seminar bertajuk Sinergis Regulasi Maritim, Keselamatan Kerja dan Kesehatan Pelaut di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin (25/5).
Kegiatan tersebut mempertemukan pemangku kepentingan sektor maritim seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak, Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) Jakarta, Pakar Kesehatan Kerja, dan Dokter pemeriksa kesehatan pealut guna membahas pentingnya perlindungan terhadap awak kapal.
Seminar yang dibuka langsung oleh Direktur Klinik Utama Khatulistiwa, Drs. Frans Sugianto, M.K.K.K itu, mengusung sub tema, sinergis antara regulasi maritim, keselamatan kerja dan kesehatan pelaut menjadi kunci utama dalam menciptakan keselamatan pelayaran serta kesejahteraan awak kapal yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Frans mengatakan, tema seminar tersebut sangat strategis mengingat industri maritim menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
“Di balik megahnya kapal-kapal yang melintas lautan ada para pelaut yang bekerja keras dengan tantangan, dan risiko yang tidak kecil. Oleh karena itu, tiga pilar utama yakni regulasi yang kuat, keselamatan kerja yang terjamin, dan kesehatan pelaut yang optimal harus berjalan secara sinergis,” ujarnya.
Frans menilai, regulasi maritim yang ada saat ini belum sepenuhnya terintegrasi dengan standar keselamatan maupun kebijakan kesehatan pelaut. Kondisi tersebut dinilai masih menimbulkan celah yang dapat berdampak fatal, baik bagi pelaut maupun industri pelayaran nasional.

Baca Juga : Hadiri Reuni SMAN 4 Pontianak, Gubernur Ria Norsan Ajak Alumni Bersinergi Bangun Kalbar
Sebagai satu-satunya klinik pelaut di Pontianak yang setiap hari menangani pemeriksaan kesehatan pelaut, pihaknya masih menemukan awak kapal yang bekerja dengan kondisi kesehatan kurang prima.
“Ditambah dengan regulasi keselamatan yang belum sepenuhnya terintegrasi, sehingga sinergi antara aspek regulasi, aspek operasional pelabuhan dan aspek kesehatan pelaut menjadi sangat krusial,” katanya.
Frans juga menyampaikan apresiasi kepada KSOP Pontianak yang menjadi mitra dalam pelaksanaan seminar tersebut. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut demi keselamatan pelaut Indonesia.
Menurut dia, seminar tersebut bukan sekadar forum diskusi biasa karena menghadirkan para ahli, dan pemangku kebijakan di bidang maritim, dan kesehatan pelaut. Melalui sinergi antar operator, dan praktisi kesehatan, diharapkan lahir rekomendasi yang konkret, dan implementatif.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, bertukar pikiran dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada. Mari kita wujudkan ekosistem maritim yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman, dan sehat bagi seluruh awak kapal,” harapnya.

Baca Juga : Kuching Specialist Hospital Buka Kantor Perwakilan di Pontianak, Permudah Rujukan Medis ke Malaysia
Sementara itu, Kepala KSOP Pontianak yang diwakili Capt. Suhardi, M.Si, M.Mar mengatakan, seminar tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan di bidang kemaritiman, dan kesehatan pelaut.
Menurut dia, pelaut memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran transportasi laut, perdagangan hingga konektivitas antar wilayah. Karena itu, aspek keselamatan dan kesehatan pelaut harus menjadi perhatian utama dalam implementasi regulasi maritim.
“Melalui seminar ini diharapkan tercipta pemahaman yang lebih komprehensif mengenai harmonisasi regulasi, standar pelayanan kesehatan pelaut serta upaya peningkatan perlindungan terhadap awak kapal sesuai ketentuan nasional maupun internasional,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta aktif berdiskusi guna mendukung terciptanya pelayaran yang profesional, aman dan berorientasi pada kesehatan serta kesejahteraan pelaut. Dimana dalam seminar tersebut, Capt. Suhardi, M.Si, M.Mar turut menyampaikan materi mengenai regulasi maritim.
Selain itu, Prof. Dr.dr. Meily Kurniawidjaja,M.S.,SP.Ok dari Universitas Indonesia (UI) membawakan materi terkait keselamatan pelayaran. Sedangkan dr. Wagner Tulus, M.H.,Sp.KKLP.,CHMC dari BKKP menyampaikan materi mengenai pemeriksaan kesehatan pelaut.**
