BERIKABARNEWS l – Kru misi Artemis II akhirnya kembali ke Bumi setelah mencetak sejarah dengan perjalanan manusia terjauh di luar angkasa dalam beberapa dekade terakhir.
Empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, tiba di Houston pada Sabtu (11/4/2026) setelah mendarat (splashdown) di Samudra Pasifik sehari sebelumnya.
Administrator NASA Jared Isaacman menyambut kepulangan mereka dengan penuh optimisme.
“Bagi orang-orang di seluruh dunia yang menatap langit dan bermimpi, penantian panjang itu kini telah berakhir,” ujarnya.
Kesuksesan Artemis II langsung diikuti persiapan misi berikutnya. NASA menargetkan Artemis III yang dijadwalkan meluncur tahun depan. Misi ini akan menguji kemampuan kapsul Orion untuk melakukan docking dengan wahana pendarat di orbit, sebagai langkah penting sebelum pendaratan manusia di Bulan.
Dalam pengembangannya, dua perusahaan besar, SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos, tengah bersaing menyediakan teknologi pendarat terbaik.
Ambisi jangka panjang NASA akan berlanjut pada misi Artemis IV pada 2028, dengan target pendaratan di kutub selatan Bulan yang diyakini menyimpan cadangan es penting untuk mendukung kehidupan dan bahan bakar di masa depan.
Baca Juga : Astronot Artemis 2 Saksikan Cekungan Orientale Bulan
Di sisi lain, misi Artemis II juga menandai era baru eksplorasi antariksa yang lebih inklusif. Untuk pertama kalinya, misi menuju Bulan melibatkan perempuan, astronaut kulit berwarna, serta perwakilan non-Amerika Serikat.
Selama perjalanan 10 hari, para kru juga menunjukkan sisi humanis mereka, termasuk pandangan emosional terhadap Bumi yang disebut sebagai “oase rapuh di tengah kegelapan.”
“Waktunya telah tiba untuk bersiap. Karena misi ini membutuhkan keberanian dan tekad, dan kami akan mendukung kalian di setiap langkah,” tegas Wiseman.*
Sumber :
AP
